PT Swayasa Prakarsa Tbk Incar Dana IPO Rp45,22 Miliar di BEI

Smallest Font
Largest Font

PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset milik Universitas Gadjah Mada (UGM), bersiap menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan membidik dana segar hingga Rp45,22 miliar.

Berdasarkan informasi prospektus perseroan yang dirilis Minggu (23/8/2026), perusahaan bakal melepas sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru bernilai nominal Rp20 per saham. Jumlah tersebut setara 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan kisaran harga penawaran awal (bookbuilding) sebesar Rp130 hingga Rp140 per saham yang dijadwalkan berlangsung pada 24-27 Agustus 2026. Penjamin pelaksana emisi efek yang ditunjuk untuk aksi korporasi ini adalah PT Sukadana Prima Sekuritas.

Dari perolehan dana IPO, sekitar Rp15,8 miliar akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja. Rincian pengembangannya mencakup pembelian bahan baku elektromedis dan nonelektromedis senilai Rp5 miliar, operasional perusahaan Rp4,6 miliar, peralatan penunjang produksi Rp2,3 miliar, pemasaran Rp2 miliar, pengembangan produk baru seperti stent jantung dan Ventilator Neonatal Rp1 miliar, pengembangan SDM Rp500 juta, serta sistem ERP Rp400 juta.

Selain itu, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp12,2 miliar, di antaranya Rp10,7 miliar untuk pembangunan gedung manajemen dan distribusi baru di Purwomartani, Cangkringan, Sleman, DIY seluas 1.450 m2, serta Rp1 miliar untuk kendaraan operasional dan logistik dan Rp500 juta untuk perlengkapan gedung.

Sisa dana IPO sebesar Rp12 miliar dimanfaatkan untuk pelunasan utang, yakni Rp10 miliar kepada Yayasan Universitas Gadjah Mada dan Rp2 miliar kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri.

Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk, Bondan Ardiningtyas, menegaskan komitmen perseroan terkait langkah strategis lepas saham ke publik tersebut.

"Bagi kami, IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi PT Swayasa Prakarsa menjadi perusahaan yang semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak inovasi kesehatan karya anak bangsa," ujar Bondan Ardiningtyas, Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk.

Perusahaan yang beroperasi komersial sejak 2014 ini memproduksi berbagai produk kesehatan riset seperti RZ-VAC Negative Pressure Wound Therapy, INA-SHUNT, CeraSpon, Gama-CHA, ventilator Venindo, dan DivaBirth.

Struktur kepemilikan saham sebelum IPO dikuasai PT Gama Multi Usaha Mandiri sebesar 97,16 persen (721,89 juta saham), UGM sebesar 2,69 persen (20 juta saham), PT Radio Swara Gadjah Mada sebesar 0,08 persen (549.920 saham), dan Bondan Ardiningtyas sebesar 0,07 persen (542.840 saham). Setelah IPO, UGM melalui PT Gama Multi Usaha Mandiri tetap menjadi pemegang saham pengendali utama.

Setelah masa penawaran awal selesai, SWAP menargetkan tanggal efektif dari OJK pada 31 Agustus 2026, dilanjutkan penawaran umum pada 2-8 September 2026, penjatahan pada 8 September 2026, dan pencatatan saham di BEI pada 10 September 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed