PT Esa Medika Mandiri Lepas 522 Juta Saham Lewat IPO
Aksi korporasi pelepasan saham baru sebanyak 522.857.000 lembar siap dilakukan oleh PT Esa Medika Mandiri melalui mekanisme penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026 mendatang.
Dilansir dari Investasi, jumlah saham yang ditawarkan dengan kode emiten EMMI tersebut setara dengan 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, farmasi, dan kedokteran ini menetapkan kisaran harga awal Rp446 hingga Rp515 per saham, sehingga berpotensi meraup dana segar maksimal Rp269,27 miliar.
Manajemen juga mengalokasikan 10 persen dari total saham IPO atau sebanyak 52.285.700 lembar untuk program Employee Stock Allocation bagi karyawan internal. Berdasarkan prospektus, emiten ini didukung pengalaman lebih dari 20 tahun serta kepemilikan sertifikasi TKDN yang membantu memenangkan proyek pemerintah bernilai di atas Rp750 miliar sepanjang 2022 hingga 2025.
Kinerja finansial perseroan mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 18,1 persen dan lonjakan laba bersih hingga 188,2 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini diikuti oleh perbaikan rasio Return on Assets, Return on Equity, serta penurunan tingkat leverage.
Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRI Danareksa Sekuritas, Chory, menilai sektor distribusi dan manufaktur alat kesehatan nasional memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang yang didorong oleh peningkatan belanja kesehatan pemerintah dan keberadaan Jaminan Kesehatan Nasional.
"Saham ini dapat dikatakan menarik untuk dicermati, terutama bagi investor yang mencari eksposur pada tema pertumbuhan sektor kesehatan dan alat kesehatan domestik. Namun, daya tarik akhirnya tetap akan bergantung pada valuasi final saat penawaran dan kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan pasca-IPO," kata Chory.
Chory memaparkan sejumlah faktor krusial bagi investor, termasuk keberlanjutan kinerja operasional, luasnya potensi pasar domestik dengan proyeksi pertumbuhan CAGR 8,68 persen hingga 2030, posisi kompetitif perusahaan, rencana penggunaan dana untuk ekspansi, serta nilai valuasi saat penawaran umum.
"Secara umum, faktor yang perlu dicermati bukan hanya pertumbuhan sektor kesehatannya, tetapi juga kemampuan perseroan untuk mengonversi peluang industri tersebut menjadi pertumbuhan pendapatan dan laba yang berkelanjutan setelah menjadi perusahaan terbuka," kata Chory.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow