Fabio Quartararo Tinggalkan Yamaha dan Bergabung dengan Honda
Keputusan besar diambil oleh Fabio Quartararo untuk menyongsong kelanjutan karier balapnya di ajang MotoGP. Pebalap berkebangsaan Prancis tersebut memilih berpisah dengan Yamaha setelah menjalin kerja sama selama delapan tahun, seperti dilansir dari Detik Oto. Sinyal kepindahan ini sebenarnya telah berhembus sejak tes Valencia 2025.
Saat itu, pebalap berjuluk El Diablo tersebut menyadari bahwa dirinya memerlukan proyek serta atmosfer baru untuk kariernya. Mulai musim 2027 hingga 2028, sang juara dunia MotoGP 2021 ini dipastikan berlabuh ke Honda Racing Corporation (HRC). Meski performa HRC saat ini belum maksimal, Quartararo melihat adanya perbedaan fundamental dalam proses pengembangan motor di pabrikan tersebut.
Quartararo merasa proses pengerjaan motor Yamaha tidak berjalan sesuai harapan, khususnya usai dimulainya proyek mesin V4. Ia menganggap tidak ada lompatan performa yang signifikan sejak mesin V4 pertama kali diuji coba.
Bahkan, paket motor Yamaha saat ini dinilainya masih sangat mirip dengan spesifikasi awal yang diuji. Situasi stagnan ini membuat pebalap berusia 26 tahun tersebut kesulitan menikmati persaingan di lintasan. "Sejujurnya, saya tidak terlalu menikmati balapan. Terutama karena saya adalah orang yang sangat kompetitif," ujar Quartararo dalam wawancaranya dengan Crash, dikutip Jumat (14/8/2026).
Rasa frustrasi kerap menghampiri dirinya sewaktu tersalip oleh pebalap lain, padahal ia merasa memiliki potensi untuk melaju jauh lebih cepat di trek. Langkah hengkang ke Honda bukan sekadar didasari oleh performa motor pada saat ini semata. Quartararo menilai ada perubahan positif di internal Honda, terutama dalam hal keberanian menghadirkan inovasi dan kecepatan pengambilan keputusan.
Ia berpandangan bahwa dominasi pabrikan Eropa beberapa tahun terakhir dipicu oleh keberanian mereka dalam mengambil risiko. Sebaliknya, Yamaha dinilai terlalu berhati-hati serta lambat menentukan arah pengembangan. "Saya rasa pabrikan Eropa sangat cepat dalam mengambil keputusan dan jauh lebih berani mengambil risiko," sambung Quartararo.
Pendekatan berani seperti itulah yang kini mulai dilihat Quartararo pada tubuh Honda. Terlebih lagi, regulasi anyar MotoGP 2027 yang menerapkan mesin 850 cc makin memantapkan niatnya untuk mengambil tantangan baru.
Pebalap asal Prancis itu optimis bahwa perubahan regulasi tersebut dapat menjadi momentum bagi Honda untuk kembali bersaing di barisan depan. Keputusannya meninggalkan Yamaha menjadi langkah nyata dalam mencari proyek balap yang menawarkan kecepatan pengembangan serta keberanian berinovasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow