FBI Ungkap Motif Kebencian Remaja Penembak Pusat Islam San Diego
Biro Investigasi Federal (FBI) mengungkap bahwa dua remaja pelaku penembakan maut di Pusat Islam San Diego pada Senin, 18 Mei 2026, didorong oleh kebencian ekstrem yang teradikalisasi secara online. Penyelidikan kepolisian kini berfokus pada dokumen manifesto dan rekaman video yang ditinggalkan oleh kedua penyerang.
Aparat berwenang meyakini kedua pelaku saling mengenal melalui internet sebelum merencanakan aksi teror tersebut. Pelaku diidentifikasi sebagai Cain Clark yang berusia 17 tahun dan Caleb Vazquez yang berusia 18 tahun.
Kepala Kantor Lapangan FBI San Diego, Mark Remily memberikan keterangan resmi terkait profil psikologis dan ideologi yang dianut oleh kedua tersangka berdasarkan temuan awal di lapangan.
"These subjects did not discriminate in who they hated," said Mark Remily, special agent in charge of the FBI's San Diego Field Office, at a press conference Tuesday.
Penyidik kini sedang mendalami dokumen setebal 75 halaman yang diduga disusun menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan tinjauan CBS News, manifeso tersebut mengagungkan para pelaku penembakan massal terdahulu, termasuk pelaku teror masjid Christchurch di Selandia Baru pada tahun 2019.
Isi dokumen tersebut sarat dengan retorika anti-Islam, antisemit, rasis, serta misoginis yang beraliran ekstremisme kekerasan nihilistik. Selain manifesto, sebuah catatan bunuh diri dari salah satu remaja menunjukkan kesiapan untuk mati demi ideologi radikal mereka.
Kedua pelaku juga sempat merekam aksi penembakan berdurasi 10 menit menggunakan platform Discord sebelum diunggah ke situs kekerasan internet. Video tersebut memperlihatkan Clark menembak Vazquez hingga tewas sebelum akhirnya bunuh diri menggunakan senjata api curian.
Sebelum insiden berdarah terjadi, ibu dari salah satu pelaku sempat menghubungi layanan darurat 911 pada pukul 09.40 waktu setempat. Ia melaporkan bahwa putranya pergi membawa sejumlah senjata milik orang tua dan mobil tanggap darurat, namun target spesifik penyerangan belum diketahui saat itu.
Dua jam setelah laporan tersebut, aksi penembakan pecah di kompleks masjid yang juga menampung sekolah dengan 140 siswa dan guru. Penjaga keamanan Amin Abdullah berhasil mengunci bangunan sekolah sebelum gugur, sementara dua warga lain tewas di area parkir saat mencoba memancing pelaku keluar dari gedung utama.
Polisi menyita barang bukti berupa 30 pucuk senjata api dan satu busur silang yang diambil dari rumah orang tua pelaku. Saat ini, FBI masih melacak akun terikat bernama samaran "Otto" yang diduga menyebarkan rekaman video penyerangan tersebut ke publik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow