Trump Teken Perintah Eksekutif Permudah Perburuan Serigala Meksiko di AS

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan perburuan serigala abu-abu dan subspesiesnya yang terancam punah, yaitu serigala Meksiko, sebagai respons terhadap tekanan industri peternakan sapi AS. Langkah ini diambil di tengah penurunan jumlah ternak sapi AS yang mencapai titik terendah dalam 75 tahun terakhir, yang memicu kekhawatiran para peternak dan petani atas dampak negatif pada industri mereka, termasuk lonjakan harga daging sapi. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 18.000 serigala abu-abu di AS dengan konsentrasi terbesar di wilayah utara dan timur negara tersebut, menurut dilansir dari Detik iNET.

Greta Anderson, wakil direktur Western Watersheds Project, menyatakan, "Ini adalah pengalihan isu besar-besaran untuk menyenangkan segelintir peternak dan membuat mereka percaya bahwa serigala merupakan ancaman yang lebih besar dibandingkan kebijakan Presiden Trump sendiri."

Anderson menambahkan, "Dampak keberadaan serigala terhadap industri peternakan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dampak perjanjian perdagangan terkini serta realitas beternak di wilayah Barat yang gersang di tengah kondisi iklim yang terus berubah." Serigala abu-abu pernah diburu hingga punah di sebagian besar wilayah AS pada awal abad ke-20 dan kini dilindungi berdasarkan Undang-Undang Spesies Terancam Punah sejak 1978, yang melarang tindakan memburu atau menangkap mereka.

Pemerintah AS berusaha mendukung industri peternakan sapi dengan mengurangi tarif impor daging sapi, namun kebijakan ini menuai kemarahan peternak yang merasa dirugikan, sehingga Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk meninjau status perlindungan serigala abu-abu. Serigala Meksiko, subspesies asli Arizona dan New Mexico, pernah mengalami penurunan drastis hingga beberapa puluh ekor di tahun 1990-an, namun dengan program penangkaran dan pelepasliaran, populasinya meningkat menjadi 319 ekor pada 2025.

Regan Downey, direktur pendidikan dan advokasi di Wolf Conservation Center, menyatakan, "Serigala Meksiko bukanlah masalahnya; masalah sebenarnya terletak pada pendekatan pemerintah dalam menangani konflik yang diklaim terjadi tersebut." Downey menegaskan, "Jika pemerintah benar-benar ingin mendukung para peternak, mereka akan memprioritaskan peningkatan pendanaan untuk inisiatif non-mematikan guna menciptakan solusi jangka panjang." Pada 2020, pemerintahan Trump pernah mencabut perlindungan federal bagi serigala abu-abu, namun perlindungan tersebut dipulihkan pada 2022 setelah gugatan dari organisasi pelestari satwa liar.

Michael Robinson, advokat konservasi senior di Center for Biological Diversity, mengatakan, "Serigala Meksiko sangat membutuhkan perlindungan lebih dan penghentian persekusi, namun perintah eksekutif Trump justru melakukan hal yang sebaliknya."

Robinson dan rekan-rekannya siap membuktikan di pengadilan bahwa penurunan status perlindungan dan peningkatan pembunuhan serigala tersebut tidak hanya kejam, tetapi juga melanggar hukum. Menteri Dalam Negeri AS memiliki waktu 90 hari untuk menilai dan melaporkan keputusan terkait penghapusan status perlindungan serigala abu-abu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed