Fox News Hentikan Penyiaran Maria Bartiromo Usai Bocornya Arahan Internal
Jaringan televisi Fox News Media resmi mengakhiri kerja sama dengan pembawa acara senior Maria Bartiromo pada Kamis, 3 September 2026, setelah ia diduga membocorkan dokumen arahan internal perusahaan kepada pihak Gedung Putih era Donald Trump.
Keputusan tersebut diambil usai Bartiromo membagikan instruksi internal jaringan yang melarang para produser mengangkat teori konspirasi pemilu 2020 paska pidato Trump pada pertengahan Juli. Langkah pemecatan ini dilakukan Fox News guna menghindari risiko gugatan hukum pencemaran nama baik yang berpotensi merugikan finansial perusahaan.
Fox News merilis pernyataan singkat terkait penghentian kerja sama tersebut tanpa memberikan penjelasan mendalam kepada publik.
"Kami berterima kasih kepada Maria atas pekerjaannya selama 12 ½ tahun terakhir dan berharap yang terbaik untuk babak berikutnya," kata Fox News.
Langkah tegas jaringan televisi ini juga berdampak pada produser eksekutif Bartiromo, Patrick Ignozzi, yang dilaporkan sudah tidak lagi bekerja di Fox News. Selain itu, pihak manajemen langsung mengubah nama program acara yang sebelumnya dipandu Bartiromo dengan penyiar pengganti.
Menanggapi kabar pemberhentian tersebut, pihak pengacara Bartiromo menolak keras narasi yang beredar di media massa dan mengancam akan mengambil jalur hukum.
"Selama bertahun-tahun, Maria Bartiromo memandu tiga acara televisi berperingkat nomor satu di saluran Fox," kata Bryan Freedman, Pengacara Maria Bartiromo.
Freedman menegaskan bahwa kliennya merupakan salah satu jurnalis paling pekerja keras sepanjang kariernya yang meraih berbagai penghargaan.
"Laporan tidak bertanggung jawab yang telah dipublikasikan dengan menyatakan bahwa Maria Bartiromo dipecat atau tidak lagi menjadi karyawan Fox adalah mutlak dan tidak diragukan lagi salah," kata Bryan Freedman.
Ia juga menambahkan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang menyebarkan berita pemberhentian kliennya tersebut.
"Jangan salah, kami memiliki bukti penerimaan dan saksi-saksi dan mereka akan keluar baik melalui pengadilan atau cara lain. Mereka yang melaporkan pemecatannya atau fakta tak masuk akal yang mendukung fiksi tersebut telah menunjukkan pengabaian yang sama sekali dan sepenuhnya ceroboh terhadap kebenaran," kata Bryan Freedman.
Keputusan Fox News memicu reaksi dari lingkaran politik Amerika Serikat, termasuk dari mantan Presiden Donald Trump yang membela Bartiromo di media sosial Truth Social dengan menyebutnya sebagai jurnalis profesional. Eric Trump turut menyampaikan melalui platform X bahwa kepergian pemandu acara tersebut merupakan kerugian besar bagi jaringan Fox News.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow