Gangguan Penerbangan karena Erupsi Anak Krakatau Pengaruhi Wisata MotoGP Mandalika 2026

Smallest Font
Largest Font

Penutupan bandara utama akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi mengganggu arus wisatawan menuju Lombok jelang MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan 11 Oktober 2026, dilansir dari Detik Travel. Ali Muhtasom, anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB), menilai gangguan akses penerbangan dari bandara-bandara seperti Soekarno-Hatta Jakarta dan Husein Sastranegara Bandung dapat menghambat perjalanan wisatawan meski Lombok tidak terdampak langsung erupsi. "Lombok tidak harus terkena bencana untuk merasakan dampak pariwisata dari sebuah bencana. Destinasi bisa aman dan bandara tetap beroperasi, tetapi ketika salah satu gateway utama terganggu, akses wisatawan menuju Lombok juga dapat terganggu," ujar Ali di Lombok Tengah.

Menurut Ali, ketergantungan sektor pariwisata pada konektivitas transportasi membuat pemantauan aktivitas vulkanik dan dampaknya terhadap penerbangan menjadi penting untuk mengantisipasi potensi gangguan wisatawan sejak dini.

Gangguan penerbangan rute Lombok-Jakarta sudah terjadi sejak 6 September 2026 karena erupsi Anak Krakatau. Ali menyebut kondisi ini menjadi ujian ketahanan pariwisata NTB, terutama menjelang MotoGP Indonesia. "Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keamanan destinasi tidak otomatis menjamin ketahanan destinasi," katanya.

Ali menjelaskan gangguan pada simpul penerbangan utama dapat berimbas pada sektor perhotelan, transportasi, restoran, UMKM, dan penyelenggaraan event di Lombok. "Bagi NTB, kejadian tersebut harus dijadikan peringatan dini karena MotoGP merupakan periode ketika mobilitas menuju Lombok meningkat sangat tinggi dalam waktu yang relatif bersamaan," tambahnya.

Untuk mengantisipasi, Ali mengusulkan pengujian lima dimensi ketahanan: konektivitas, bisnis, pengunjung, informasi, dan destinasi sebelum MotoGP 2026. "Perlu dilaksanakan simulasi gangguan 24, 48, dan 72 jam menjelang MotoGP Indonesia untuk menguji kemampuan sistem menyerap gangguan, kemampuan menjaga kontinuitas pelayanan wisata dan event serta ketahanan destinasi dalam kondisi kritis," kata Ali. Selain itu, NTB dinilai perlu memiliki Pusat Komando Ketahanan Wisata yang mengintegrasikan data cuaca, vulkanik, status penerbangan, kapasitas kursi, pergerakan penumpang, ketersediaan kamar hotel, transportasi darat, dan kebutuhan bantuan wisatawan selama MotoGP berlangsung.

"Selain itu kedatangan wisatawan perlu didorong lebih awal sehingga tidak terkonsentrasi pada H-1 penyelenggaraan MotoGP," tutup Ali.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed