Gedung Hogwan Brebes Ambruk Tiga Warga Ditemukan Meninggal Dunia

Smallest Font
Largest Font

Tim gabungan menemuan jenazah Kamjat alias Khanzat (85) di bawah puing reruntuhan Gedung Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026) pukul 13.45 WIB. Penemuan ini mengonfirmasi total korban jiwa akibat peristiwa tersebut menjadi tiga orang.

Gedung berstruktur tua bekas pabrik tapioka yang difungsikan sebagai arena bulu tangkis itu ambruk secara mendadak pada Minggu pagi sekitar pukul 05.20 WIB. Material bangunan berukuran besar langsung menimpa area permukiman warga yang berada tepat di sekitarnya.

Reruntuhan tembok dan atap gedung merusak parah tiga rumah warga serta menyebabkan dua rumah lainnya mengalami rusak ringan. Kerugian material akibat musibah ini ditaksir pihak kepolisian mencapai Rp50 juta.

Sebelum ditemukannya lansia berusia 85 tahun tersebut, petugas dan warga sekitar lebih dahulu mengevakuasi dua anak yang tertimpa material saat tertidur di dalam rumah, yakni Kinarian Y (7) dan Kinara N (4). Keduanya dinyatakan meninggal dunia dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan setempat.

Proses pencarian dan pembersihan puing melibatkan personil gabungan dari BPBD, Tramtib Kecamatan, Pemerintah Desa Dukuhturi, pekerja Andalan Beton, TNI, serta kepolisian dengan bantuan pengerjaan secara manual dan alat berat.

"Upaya pencarian dilakukan dengan dibantu alat berat untuk mengangkat material berukuran besar. Dilanjutkan secara manual, hingga akhirnya korban terlihat," jelas Koordinator Satgas PB BPBD Brebes Pos Bumiayu, Budi Sujatmiko.

Petugas langsung mengevakuasi jasad korban ketiga tersebut menuju RSUD Bumiayu sesaat setelah posisinya berhasil dijangkau dari bawah tumpukan material.

"Alhamdulillah, satu korban reruntuhan puing Gedung Hogwan sudah ditemukan di bawah reruntuhan tepat pukul 13.45 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Budi.

Operasi di lapangan berlanjut dengan pengerahan ekskavator untuk memindahkan sisa-sisa reruntuhan dan memastikan ketersediaan ruang aman di area terdampak.

"Alat berat untuk mengangkut material berat untuk mengevakuasi korban dan membersihkan sisa-sisa material," ujar Budi.

Petugas tetap berada di lokasi kejadian guna melakukan pemantauan terhadap sisa struktur gedung lama guna mengantisipasi bahaya susulan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed