Gedung Putih Hapus Game Build the Wall Usai Diancam Tetris

Smallest Font
Largest Font

Pemerintahan Donald Trump menarik kembali salah satu permainan dari situs arcade buatan Gedung Putih. Langkah ini diambil usai munculnya desakan serta ancaman jalur hukum terkait dugaan pelanggaran hak cipta.

Situs yang diluncurkan pada 3 September 2026 tersebut awalnya memuat lima judul permainan untuk mengampanyekan kebijakan pemerintah. Salah satunya adalah 'Build the Wall' yang mengusung mekanisme serupa permainan klasik Tetris, seperti dilansir dari Detik iNET.

Permainan itu menugaskan pemain menyusun dinding guna menghalau pergerakan zombie di area perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. Konsep tersebut menuai kritik karena dinilai menyebarkan pesan rasis serta anti-imigran.

Sehari pascarilis, pengembang resmi Tetris langsung menerbitkan sikap terbuka untuk menegaskan pemisahan diri dari proyek pemerintah tersebut.

"Di Tetris, kami percaya pada kekuatan koneksi dan menyatukan semua orang, bukan memecah belah mereka," tulis The Tetris Company dalam pernyataan resmi yang diunggah di media sosial.

Perusahaan pemilik lisensi tersebut juga memberikan penegasan tambahan terkait keterlibatan mereka.

"P.S. The Tetris Company tidak terlibat dalam pembuatan 'Build the Wall'. P.P.S. Kami menanggapi pelanggaran hak cipta dengan sangat serius," sambungnya.

Perwakilan The Tetris Company menyatakan pihak internal masih mempelajari situasi untuk menentukan tindakan hukum susulan. Meski demikian, gertakan tersebut langsung direspons Gedung Putih dengan menghapus konten terkait dari platform mereka.

Platform permainan milik pemerintah tersebut juga menghadirkan beberapa judul lain yang menirukan konsep populer, seperti 'Flappy Bill' serta 'Rio Run'. Materi promosi di media sosial bahkan memanfaatkan parodi identitas visual dari konsol Sega, Nintendo, hingga Sony.

Sejauh ini, hanya pemegang hak cipta Tetris yang memberikan reaksi resmi secara terbuka. Perusahaan tersebut memang dikenal sangat ketat dalam menindak berbagai bentuk peniruan atau pelanggaran kekayaan intelektual.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed