Gelandang Afrika Selatan Jayden Adams Meninggal Dunia Usia 25 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Dunia sepak bola Afrika Selatan berduka setelah gelandang tim nasional dan klub Mamelodi Sundowns, Jayden Adams, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 11 Juli 2026. Pemain berusia 25 tahun tersebut ditemukan tewas di sebuah hotel di Cape Town saat sedang menjalani masa libur pramusim.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh perwakilan keluarga serta Asosiasi Pemain Sepak Bola Afrika Selatan (SAFPU). Adams sebelumnya baru saja membela negaranya di ajang Piala Dunia 2026 hingga menembus babak 32 besar sebelum dieliminasi oleh Kanada.

Sebelum wafat, Adams sempat kehilangan neneknya, Marianna Adams, yang meninggal dunia sehari sebelum laga babak penyisihan grup melawan Ceko pada 18 Juni 2026. Meskipun berduka, ia tetap bermain dan membantu Afrika Selatan mencetak sejarah lolos ke fase gugur.

Mentor Adams, Brendine Johnson, mengungkapkan percakapan terakhirnya sebelum kabar duka ini muncul.

"Passing ini telah menghancurkan semua orang, kembali dari Piala Dunia dan kemudian mendapatkan berita seperti itu," kata Brendine Johnson, mentor Adams.

"Saya melakukan percakapan dekat dengannya pada hari Kamis. Pria itu benar-benar positif untuk kembali, dan mampu kembali setelah Piala Dunia, mengetahui apa yang ada di depan. Dia sudah siap," ujar Brendine Johnson, mentor Adams.

Duka mendalam juga disampaikan oleh SAFPU melalui pernyataan resminya terkait kepergian gelandang berbakat tersebut.

"Serikat Pemain Sepak Bola Afrika Selatan (SAFPU) merasa hancur atas meninggalnya gelandang Mamelodi Sundowns dan Bafana Bafana Jayden Adams yang terlalu cepat," tulis pernyataan resmi SAFPU.

"Jayden baru-baru ini mewakili Afrika Selatan di Piala Dunia FIFA 2026, membawa harapan bangsa dengan kebanggaan, keberanian, dan keunggulan. Kepergiannya merupakan kerugian yang tidak terukur bagi keluarganya, rekan satu tim, klub, persaudaraan sepak bola, dan negara secara luas," tulis pernyataan resmi SAFPU.

"Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga Adams, Mamelodi Sundowns, Stellenbosch FC, Bafana Bafana dan semua orang yang hidupnya dia sentuh," tulis pernyataan resmi SAFPU.

"Sepak Bola Afrika Selatan telah kehilangan pemain berbakat, pelayan permainan yang bangga dan kehidupan muda yang masih memiliki begitu banyak hal untuk ditawarkan," tulis pernyataan resmi SAFPU.

"Semoga jiwanya beristirahat dalam kedamaian abadi," tulis pernyataan resmi SAFPU.

Melalui akun X resminya, SAFPU turut mengunggah pesan belasungkawa tambahan.

"Kematian telah dengan kejam mencuri salah satu milik kita," tulis SAFPU.

"Ini telah merampas pemain sepak bola yang luar biasa dari bangsa kita, tetapi tidak akan pernah mengambil warisan yang ditinggalkan Jayden Adams. Kami akan selamanya mengingat kerendahan hatinya, bakatnya yang luar biasa, dan rasa bangga yang dengannya dia mewakili Afrika Selatan," tulis SAFPU.

"Istirahatlah dalam kedamaian abadi, Jayden. Kamu tidak akan pernah dilupakan," tulis SAFPU.

Mengenai kabar duka sebelumnya saat Piala Dunia, Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA) sempat memberikan riwayat terkait nenek sang pemain.

"Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA) sedih mendengar tentang meninggalnya nenek gelandang Bafana Bafana Jayden Adams, Marianna," tulis pernyataan resmi SAFA.

"Marianna Adams yang berusia 72 tahun meninggal dunia sehari sebelum tim nasional senior putra Afrika Selatan menghadapi Ceko dalam pertandingan Grup A Piala Dunia FIFA 2026 yang dimainkan di Stadion Atlanta pada Kamis 18 Juni 2026. Dia meninggal di sebuah rumah sakit di Stellenbosch dan akan dimakamkan pada Sabtu, 27 Juni 2026 (waktu Afrika Selatan)," tulis pernyataan resmi SAFA.

"Jayden memulai pertandingan melawan Ceko dan memberikan segalanya sambil menanggung beban kehilangan neneknya," tulis pernyataan resmi SAFA.

"Warga Afrika Selatan memenangkan poin pertama mereka di Piala Dunia ini setelah pertandingan itu - berakhir imbang 1-1 - dan terus membuat sejarah dan lolos ke babak kedua turnamen global untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Korea Selatan 1-0 pada hari Rabu," tulis pernyataan resmi SAFA.

Presiden SAFA Danny Jordaan turut menyampaikan rasa dukanya atas musibah yang dialami Adams saat turnamen berlangsung.

"Ini adalah kerugian besar bagi keluarga, teman, dan kerabat Jayden dan kami bergabung dalam berduka atas kehilangan neneknya. Kami sebagai SAFA menawarkan belasungkawa terdalam kami dan semoga jiwanya Beristirahat dalam Damai," kata Danny Jordaan, Presiden SAFA.

Kabar mengenai kepergian sang gelandang juga menyebar di internal mantan klubnya melalui pesan digital.

"Sangat sedih untuk memberi tahu Anda bahwa Jayden Adams telah meninggal dunia pagi ini. Keadaannya tidak jelas pada tahap ini," tulis edaran resmi Stellenbosch FC.

Semasa kariernya, Adams mencatatkan 13 penampilan bersama timnas Afrika Selatan dan berhasil membawa Mamelodi Sundowns menjuarai Liga Champions CAF musim 2025/2026. Kepergiannya menjadikan Adams produk akademi Stellenbosch FC ketiga yang meninggal dunia dalam beberapa tahun terakhir setelah Oshwin Andries dan Jeandre Gaffoor.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed