Gempa M4,9 Guncang Padang Sidempuan Jumat Malam BMKG Catat 33 Getaran

Smallest Font
Largest Font

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Padang Sidempuan, Sumatera Utara, pada Jumat malam 4 September 2026 pukul 23.24 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di darat pada kedalaman 43 km dengan koordinat 1,20 LU dan 98,93 BT.

Berdasarkan data BMKG, getaran gempa tersebut dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sekitar Padang Sidempuan, namun belum dilaporkan adanya kerusakan signifikan maupun korban jiwa. Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat sebanyak 33-34 kali aktivitas gempa signifikan terjadi di berbagai wilayah Indonesia, dengan magnitudo dan kedalaman bervariasi.

Sebelumnya pada hari yang sama, terjadi gempa magnitudo 4,1 di laut sekitar 40 km timur laut Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 20.13 WIB. Koordinat gempa tersebut adalah 8,39 LS dan 121,53 BT. Meskipun gempa ini terasa, belum ada laporan dampak kerusakan di daerah tersebut.

Kronologi Gempa Padang Sidempuan

Gempa di Padang Sidempuan terjadi pada malam hari dengan kedalaman relatif sedang, yang menyebabkan getaran dirasakan oleh warga. BMKG menyebutkan bahwa gempa ini termasuk gempa darat yang biasanya memiliki potensi lebih besar untuk dirasakan dibanding gempa laut, namun dalam kejadian ini belum menimbulkan kerusakan.

Aktivitas Gempa di Indonesia Minggu Ini

Selain dua gempa tersebut, wilayah Indonesia mengalami aktivitas gempa yang cukup tinggi dalam satu pekan terakhir dengan total lebih dari 30 kali gempa dirasakan masyarakat. Variasi magnitudo dari kecil hingga menengah menjadi catatan penting untuk terus diwaspadai oleh masyarakat dan pihak berwenang.

Tanggapan BMKG dan Penjelasan Teknis

Menurut penjelasan BMKG, gempa dengan magnitudo di bawah 5,0 dan kedalaman lebih dari 40 km umumnya menyebabkan getaran yang terasa namun tidak berpotensi menimbulkan kerusakan besar. Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) digunakan untuk mengukur intensitas getaran gempa yang dirasakan di permukaan, berbeda dengan magnitudo yang mengukur energi gempa.

BMKG juga menjelaskan bahwa gempa terasa tapi tidak merusak biasanya memiliki intensitas MMI rendah, yang berarti getarannya hanya dirasakan ringan dan tidak menyebabkan kerusakan bangunan atau infrastruktur.

Upaya Mitigasi dan Informasi Terbaru

BMKG terus memantau aktivitas gempa di seluruh Indonesia dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi terkait potensi gempa dan langkah keselamatan. Peningkatan kesiagaan di wilayah rawan gempa seperti Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur menjadi perhatian utama.

Untuk informasi lebih lanjut dan update gempa terkini, BMKG menyediakan data real-time yang dapat diakses publik sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana gempa bumi.

Gempa Cilacap Hari Ini Bikin Atap Rumah Warga Ciamis Ambruk Terungkap Korban Tak Tersentuh Bansos | Harapan Rakyat

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed