Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Alami Gangguan Jaringan

Smallest Font
Largest Font

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, menyebabkan gangguan pada jaringan komunikasi di wilayah tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan sebanyak 200 menara pemancar (BTS) di 10 kabupaten dan kota di NTT mengalami penurunan kualitas layanan akibat gempa yang terjadi pukul 05.58 WITA.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan sebanyak 16,35% BTS terdampak gangguan dan pihaknya terus memantau serta berkoordinasi dengan operator seluler agar pemulihan segera dilakukan.

"Sebanyak 16,35% BTS di wilayah terdampak mengalami gangguan. Komdigi terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan pemulihan dapat segera ditangani. Keselamatan petugas serta akses publik terhadap komunikasi menjadi prioritas utama kami," ujar Wayan Toni Supriyanto.

Gangguan jaringan terutama disebabkan oleh terhentinya pasokan listrik dan kerusakan jalur transmisi akibat guncangan gempa.

Operator Telkomsel, XLSmart, dan Indosat melaporkan kendala layanan, dengan Telkomsel terdampak karena listrik padam, XLSmart mengalami gangguan di sekitar pusat gempa di Nagekeo, dan Indosat masih memantau situasi di lapangan.

Wilayah dengan gangguan BTS paling signifikan adalah Kabupaten Sikka, dengan 51 BTS atau 26,56% dari total 192 BTS terganggu. Disusul Kabupaten Ende dengan 31 BTS (26,27%) dan Flores Timur 26 BTS (16,15%).

Distribusi BTS terdampak di 10 kabupaten/kota NTT:
Kabupaten/KotaBTS TerdampakPersentase (%)
Sikka5126,56
Ende3126,27
Flores Timur2616,15
Manggarai2214,67
Manggarai Timur1620,00
Manggarai Barat1712,06
Ngada1312,87
Nagekeo1115,07
Lembata1013,70
Timor Tengah Utara32,24

Wayan menjelaskan Tim Pemantauan Telekomunikasi Komdigi bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio, pemerintah daerah, dan operator terus memantau pemulihan jaringan secara berkala.

"Kondisi jaringan sangat dinamis pascabencana. Karena itu, data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator di lapangan. Begitu kondisi teknis dan keamanan memungkinkan, penanganan akan langsung dilakukan pada site yang mengalami kendala," ujar Wayan.

Masyarakat diimbau untuk mengutamakan keselamatan diri, menghemat penggunaan daya perangkat komunikasi, dan mengikuti informasi resmi pemerintah.

Selain dampak jaringan, gempa juga menyebabkan kerusakan fisik di sejumlah lokasi seperti Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, di mana bangunan runtuh dan seorang wanita tewas serta dua orang luka-luka akibat reruntuhan.

Tim SAR Gabungan tengah melakukan evakuasi dan pendataan korban serta kerusakan. Peringatan dini tsunami akibat gempa yang sempat terjadi kini sudah dicabut setelah gelombang tsunami tercatat tinggi antara 0,3 hingga hampir 1 meter.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed