Evakuasi Jenazah Relawan Gempa NTT dan Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin
Tim SAR gabungan mengevaluasi pendiri Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali (42), yang meninggal dunia akibat serangan jantung saat mendistribusikan bantuan logistik korban gempa di Dampek, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (21/8/2026).
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, mengonfirmasi bahwa almarhum mengalami penurunan kondisi kesehatan saat berada dalam perjalanan udara menuju lokasi terdampak bencana.
"Pada saat kejadian yang bersangkutan dalam rangka pendistribusian logistik dari Reo menuju Lamba Leda," kata Edy, Sabtu (22/8/2026).
Proses perjalanan logistik terhenti ketika korban meminta bantuan medis darurat kepada rekan-rekannya akibat kondisi fisiknya yang memburuk.
"Di perjalanan beliau merasa kondisinya kurang baik sehingga menyampaikan kepada rekannya menghentikan kendaraan logistik tersebut untuk dibantu karena ingin melepaskan jaket maupun helm," jelas Edy.
Korban yang sempat dibawa ke Puskesmas Dampek kemudian dinyatakan meninggal dunia sebelum dirujuk ke rumah duka di Jakarta.
"Rekannya membantu tapi korban tidak sadarkan diri dan dibawa ke puskesmas terdekat yaitu di Dempak (Dampek). Pada saat pemeriksaan dari dokter di Dempak korban dinyatakan meninggal dunia," terang Edy.
Pihak Basarnas mengerahkan armada helikopter Dauphin untuk mempercepat pemulangan jenazah menuju rumah duka.
"Sehingga pada hari ini kita mengantarkan almarhum dari Lambaleda menuju Labuan bajo yang nantinya akan kita berangkatkan menuju Jakarta di kediaman," tandas Edy.
Sementara itu, dari peristiwa kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Sekotong, korban bernama Ardiyansyah (37) dinyatakan meninggal dunia di RSUD Patut Patuh Patju, Lombok Barat, Rabu (19/8/2026).
Dokter spesialis penanggung jawab pasien, dr Ni Nyoman Ayu Suciarini, menjelaskan komplikasi medis yang dipicu masuknya air laut ke dalam saluran pernapasan korban.
"Paru-parunya itu seperti terbenam dipenuhi air. Jadinya pertukaran oksigen terganggu. Air laut itu menarik semua cairan yang ada ke dalam lapisan alveoli. Itu sel-sel di paru-paru yang fungsinya pertukaran oksigen," jelas Ayu, Kamis (20/8/2026).
Kerusakan fungsi pernapasan tersebut memicu kegagalan organ fatal akibat penurunan kadar oksigen secara drastis.
"Cairan dan sel darah putih memenuhi kantong udara alveolus. Akibatnya oksigen tidak bisa masuk ke darah. Kemudian korban mengalami gagal nafas atau Respiratory Failure. Ini penyebab utama kematiannya," jelas Ayu.
Gangguan sirkulasi oksigen juga berdampak langsung pada penurunan fungsi organ vital lainnya.
"Untuk kompensasi gagal napas juga, tubuh melepas hormon stres. Pembuluh darah menyempit. Aliran darah ke ginjal jadi berkurang drastis," terangnya.
Tingginya kadar garam yang terserap tubuh memperberat sistem kerja ginjal hingga mengalami kegagalan fungsi akut.
"Ini khas air laut. Garam yang tertelan itu masuk ke paru dan masuk ke dalam darah. Darah jadi terlalu asin atau kental, kemudian ginjal dipaksa kerja keras menyaring garam berlebih. Lama-lama terjadi overload, yang akhirnya mengakibatkan gagal ginjal," kata Ayu.
Di Kabupaten Dompu, insiden terjadi saat Ibrahim, orang tua pemenang lomba lari 10K dalam rangka HUT RI di Kilo, meluapkan kemarahannya atas ketidaksesuaian hadiah pada Selasa (18/8/2026).
"Lari kemarin tidak masuk akal, cuma hadiah gelas," kata pengunggah video yang dilihat detikBali Rabu (19/8/2026).
Keluarga peserta menuding adanya ketidaktransparanan panitia terkait alokasi nominal uang tunai yang dijanjikan.
"Masa cuma dikasih gelas tiga biji, tidak sesuai dengan yang dijanjikan," ujarnya.
Camat Kilo, Rusdi, memberikan respons mengenai adu mulut yang melibatkan dirinya dengan pihak keluarga peserta.
"Saya pegang baju dia itu dengan tujuan untuk meredakan emosinya dia. Bukan apa-apa," jelas Rusdi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow