Fenomena Gerhana Matahari Total Paling Panjang Terjadi 2 Agustus 2027

Smallest Font
Largest Font

Masyarakat dunia bakal menyaksikan fenomena gerhana matahari total terpanjang pada 2 Agustus 2027 mendatang dengan durasi mencapai 6 menit 22 detik, seperti dilansir dari Detikcom.

Peristiwa langka ini menjadi salah satu fenomena astronomi yang paling ditunggu oleh para peneliti maupun masyarakat global karena durasi penutupan matahari oleh bulan yang tergolong sangat lama.

"Gerhana (pada 2027) yang wajib disaksikan karena akan menjadi gerhana terpanjang sepanjang hidup kita," kata Dr. Ryan French, astrofisikawan surya di Laboratorium Fisika Atmosfer dan Antariksa di Boulder, Colorado.

Sebelumnya, gerhana matahari total juga telah melintasi sejumlah wilayah seperti Spanyol, Islandia, Greenland, Rusia utara, dan Portugal pada 12 Agustus 2026. Namun, Australia menjadi salah satu negara yang absen dilewati fenomena tersebut pada 2026 dan 2027.

Meski absen dalam dua tahun tersebut, wilayah Australia dijadwalkan bakal dilewati empat gerhana matahari total secara berurutan dalam kurun waktu satu dekade ke depan.

"Australia akan mengalami serangkaian peristiwa luar biasa, yaitu empat gerhana total dalam 10 tahun ke depan mulai tahun 2028, yang semuanya melewati kota-kota besar," kata Dr French.

Berdasarkan catatan astronomi, lintasan gerhana matahari total berikutnya akan melewati Australia dan Selandia Baru pada 22 Juli 2028. Fenomena serupa kemudian berlanjut pada 25 November 2030 yang melintasi Namibia, Botswana, Afrika Selatan, Lesotho, hingga Australia.

Pada 20 Maret 2034, jalur gerhana bakal melintasi Nigeria, Kamerun, Chad, Sudan, Mesir, Arab Saudi, Iran, Afghanistan, Pakistan, India, dan Tiongkok. Wilayah Tiongkok, Korea Utara, Korea Selatan, dan Jepang kemudian mendapat giliran pada 2 September 2035, disusul Australia dan Selandia Baru pada 13 Juli 2037 serta 26 Desember 2038.

Guna menyaksikan fenomena ini secara aman, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan kacamata khusus gerhana atau alat pengamat genggam selama fase gerhana parsial. Pengamatan secara langsung tanpa pelindung mata hanya aman dilakukan saat permukaan matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan.

Paparan radiasi matahari secara langsung pada retina dapat memicu retinopati surya berupa luka bakar termal atau kerusakan fotokimia. Gejala gangguan penglihatan seperti pandangan kabur, timbulnya titik buta di pusat penglihatan, hingga garis lurus yang tampak bergelombang umumnya baru dirasakan beberapa jam setelah paparan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed