Wapres Gibran Tinjau Sektor Perkebunan dan Buka Pesparawi di Papua
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan penanaman bibit kakao di Kabupaten Manokwari Selatan serta membuka Pesparawi Nasional XIV di Lapangan Borarsi, Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wapres ke beberapa provinsi di Indonesia pada 18 hingga 21 Juni 2026 guna memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur dan program sosial.
Saat mengunjungi perkebunan di Distrik Ransiki, Gibran didampingi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dan kelompok tani dari PT Ebier Suth.
Pabrik pengolahan Cokelat Mansel yang berdiri di area seluas 2.000 hektare tersebut mempekerjakan 189 orang asli Papua atau sekitar 90 persen dari total pekerja.
Komoditas kakao asal Manokwari Selatan tersebut dinilai memiliki mutu tinggi tanpa menggunakan bahan campuran dan pemasarannya sudah menembus pasar internasional.
"Kami sudah ekspor ke luar Papua, sampai ke luar negeri," kata salah satu pekerja pabrik cokelat seperti dilansir dari akurat.co.
Setelah agenda tersebut, Gibran membuka Pesparawi Nasional XIV yang memanfaatkan Lapangan Borarsi, fasilitas publik yang pengerjaannya telah rampung sejak November 2025.
Dalam kesempatan itu, pemerintah menekankan pentingnya merawat situasi kondusif sebagai pilar utama kelancaran pembangunan fisik maupun sosial di tanah Papua.
Ajang empat tahunan ini juga dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk daerah, salah satunya Kopi Arabika Kwau khas Distrik Mokwam yang memiliki skor cupping 80,2.
Pemilik kebun Kopi Arabika Kwau, Semuel Mandacan menyatakan bahwa tanaman kopi yang dikembangkan di lahan seluas 70 hektare tersebut rata-rata baru berusia sekitar lima tahun sehingga produksinya belum maksimal.
"Tanaman kopi yang kami kembangkan rata-rata baru berusia sekitar lima tahun sehingga produksinya belum maksimal. Namun kebun yang sudah menghasilkan saat ini terus menunjukkan perkembangan yang positif," ujar Semuel Mandacan seperti dikutip dari orideknews.com.
Pihak pengelola saat ini mengumpulkan sekitar 150 kilogram kopi per periode panen dan menyiapkan hingga 150 bungkus kopi sebagai oleh-oleh bagi para tamu Pesparawi.
"Kelebihan Kopi Arabika Kwau terletak pada karakter rasanya yang memiliki perpaduan asam dan manis yang seimbang. Nilai kualitasnya mencapai 80,2, sehingga memiliki peluang besar untuk dipasarkan lebih luas," kata Semuel Mandacan.
Pengembangan komoditas lokal ini diharapkan mendapat dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak guna memperkuat sektor pertanian sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat pedesaan di Kabupaten Manokwari.
Usai merampungkan agenda di Papua Barat, Wapres Gibran dijadwalkan melanjutkan perjalanan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu, 21 Juni 2026 untuk meninjau RSUD Agats dan Sekolah Lapang Sagu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow