Wapres Gibran Tinjau Antrean Panjang SPBU di Palangka Raya
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menginstruksikan jajaran terkait untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak setelah menemukan antrean panjang kendaraan di SPBU Pertamina Jalan Tjilik Riwut Km 12, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026).
Gibran mendadak menghentikan rombongan kendaraannya saat melintas menuju Pusat Rehabilitasi Orang Utan Nyaru Menteng dalam rangkaian kunjungan kerja penanganan kebakaran hutan dan lahan di tiga provinsi Kalimantan. Ia langsung mengecek ketersediaan pasokan BBM serta berdialog dengan petugas SPBU dan warga yang sedang mengantre.
"Pak, kalau ada kelangkaan-kelangkaan, lapor kami ya, Pak," kata Gibran.
Pemerintah berjanji akan menjaga pasokan BBM agar kebutuhan masyarakat setempat terus terpenuhi tanpa memicu antrean berulang.
"Besok tidak boleh antre begini ya. Kita pastikan barangnya ada terus," tegas Gibran.
Mantan Wali Kota Surakarta tersebut juga menyampaikan rasa prihatinnya kepada para pengendara yang menanti giliran pengisian bahan bakar.
"Tunggu ya, Pak. Maaf, ya." ucap Gibran.
Kondisi antrean panjang di sejumlah titik SPBU Palangka Raya dilaporkan telah terjadi sejak Sabtu (4/9/2026), terutama pada pengisian Pertalite, Pertamax, hingga Dex. Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Pertamina telah mengoperasikan tim gabungan untuk mengurai kemacetan di kawasan lalu lintas seperti Jalan Diponegoro dan Jalan Bukit Kaminting.
"Untuk pengawasan kami lakukan sejak pagi hingga malam hari dengan menyesuaikan keterbatasan personel di lapangan. Petugas Dinas Perhubungan mulai berjaga sekitar pukul 08.00 hingga sore, kemudian kembali melakukan pengawasan selepas Magrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Di setiap SPBU yang menjadi titik pemantauan, ditempatkan dua personel untuk membantu mengatur situasi dan arus kendaraan,” ucap Hadi Suwandoyo, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya.
Penumpukan kendaraan dipicu oleh tingginya konsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite yang dimanfaatkan sebagian pihak untuk dijual kembali.
"Saya berharap masyarakat dapat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan kemampuan, sehingga antrean panjang dapat diminimalkan serta kelancaran lalu lintas tetap terjaga,” ujar Kris Paskani, warga Kota Palangka Raya.
Masalah kelangkaan BBM bersubsidi di wilayah Kalimantan Tengah turut memicu perhatian dari pihak legislatif daerah.
“Sebenarnya kurang suplai itu relatif. Yang jadi persoalan selalu itu kan yang subsidi, karena sifatnya jelas terbatas,” ujar Yetro Midel Yoseph, Anggota Komisi IV DPRD Kalteng.
Keterbatasan kuota BBM subsidi dinilai kerap dimanfaatkan maraknya aksi pelangsir yang menjual kembali bahan bakar ke masyarakat pengecer.
“Masyarakat ikut mengantre bukan dalam kapasitas keperluan pribadi, tapi untuk melansir atau mengecer lagi sebagai usaha. Sepanjang itu masih ada, barang pasti (terasa) kurang,” tegas Yetro Midel Yoseph.
Banyak pengguna jalan memilih membeli BBM pengecer di tepi jalan demi menghindari antrean berjam-jam di area SPBU resmi.
“Masyarakat kadang berasumsi, daripada antre panjang, mending beli di luar. Padahal harga di luar itu dinamis dan pasti berbeda karena didapat dari pihak kedua atau ketiga,” jelas Yetro Midel Yoseph.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow