Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU Periode 2026-2031

Smallest Font
Largest Font

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mulai menyiapkan susunan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026-2031 pada hari pertama berkantor di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Pengukuhan Gus Kikin sebagai pimpinan baru organisasi keagamaan tersebut dilakukan setelah penetapan resmi dalam Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, pada Senin (31/8/2026).

Persiapan struktur organisasi menjadi prioritas awal agar PBNU dapat segera mengoperasikan berbagai program kerja dan memberikan pelayanan langsung kepada warga nahdliyin.

"Tanggal 31 (Agustus 2026), hari Senin, akhir daripada kegiatan Muktamar, saya dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Mohon dukungan panjenengan semuanya," ujar Gus Kikin, Ketua Umum PBNU.

Pada hari pertamanya berkantor, Gus Kikin bersilaturahmi dengan para staf, meninjau ruang kerja pimpinan, serta berkunjung ke Pojok Gus Dur yang merupakan ruang kerja historis KH Abdurrahman Wahid.

"Kita akan susun semuanya, kita lengkapi semua organisasi yang ada di PBNU supaya segera bisa kita beraktivitas, segera kita bisa berkhidmah kepada masyarakat untuk kemaslahatan umat," kata Gus Kikin, Ketua Umum PBNU.

Langkah penyusunan struktur ini dilakukan meny menyusul belum berjalannya roda aktivitas PBNU secara penuh sebelum tim formatur merampungkan jajaran pengurus.

"Pengurus itu yang belum ada, jadi belum bisa ngapa-ngapain. Jadi (hari ini) ramah-tamah saja, belum ada yang bisa dilakukan karena memang kita harus melengkapi formatur yang ada. Nah, ini mudah-mudahan enggak lama nanti supaya kita bisa segera beraktivitas," tutur Gus Kikin, Ketua Umum PBNU.

Proses penentuan nama-nama pengurus juga tetap menggunakan pendekatan spiritual yang menjadi tradisi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

"Kalau yang lain-lain kita masih banyak yang harus kita lakukan, termasuk adalah tradisi NU itu adalah istikharah. Jadi itu yang kita lakukan supaya kita mendapatkan petunjuk siapa-siapa yang cocok, siapa-siapa yang ke depan lagi memberikan manfaat masyarakat. Dan itu tradisi yang kita pegang di NU, agar semua mendapat ridha dari Allah SWT," ucap Gus Kikin, Ketua Umum PBNU.

Selain menyapa pegawai, pimpinan baru PBNU ini menyepakati kerja sama strategis awal dengan pihak Bank Syariah Indonesia.

"Ada satu tamu tadi dari Bank Syariah Indonesia, kita sudah ada kesepakatan kesepahaman untuk membangun sinergi dan mudah-mudahan juga bisa segera terealisasi karena banyak yang kita akan lakukan bersama-sama. Ini hari pertama, mudah-mudahan nanti bisa diikuti dengan hari-hari berikutnya dengan langkah-langkah yang lebih baik," pungkas Gus Kikin, Ketua Umum PBNU.

Penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dilakukan oleh sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi melalui keputusan mufakat pada Muktamar Ke-35 NU.

"Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031," kata Kiai Anwar, Anggota AHWA.

Proses pemilihan kepemimpinan tertinggi NU tersebut berlangsung singkat dalam sidang tertutup AHWA di Jombang.

"Telah dilaksanakan musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi untuk memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031 mulai pukul 06.20 sampai dengan pukul 07.00 waktu Indonesia bagian Barat," ujar Kiai Anwar, Anggota AHWA.

Penyusunan jajaran pengurus PBNU selanjutnya dilakukan oleh tim formatur yang beranggotakan perwakilan wilayah Timur, Tengah, Barat, serta unsur tuan rumah Jawa Timur.

"Sementara untuk Rais Aam terpilih otomatis sebagai ketua dan Ketua Umum PBNU terpilih sebagai sekretaris," jelas Prof Ganefri, Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU.

Tim formatur memiliki batas waktu hingga satu bulan sejak selesainya muktamar untuk mengumumkan jajaran lengkap kepengurusan PBNU 2026-2031.

"Bisa disepakati? Al-Fatihah. Saya akhiri sidang pleno kali ini dengan bacaan alhamdulillahirabbilalamin," kata Prof Ganefri, Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed