Hakim AS Blokir Rencana Pemindahan Markas FBI ke Washington
Hakim Federal Theodore Chuang memblokir keputusan pemerintahan Donald Trump yang membatalkan rencana pemindahan markas Federal Bureau of Investigation (FBI) ke Greenbelt, Maryland, pada Senin (17/8/2026). Keputusan tersebut menghentikan upaya pengalihan lokasi markas ke Gedung Ronald Reagan di Washington, DC.
Pengadilan Negeri AS menilai tindakan FBI dan General Services Administration (GSA) melebihi kewenangan hukum serta bersifat sewenang-wenang. Hakim Chuang menyatakan pengalihan dana senilai 555 juta dolar AS, termasuk 323 million dolar AS yang telah disetujui Kongres untuk proyek Maryland, melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Gedung J. Edgar Hoover yang menjadi markas FBI sejak 1975 telah lama mengalami kerusakan fisik parah, sehingga membutuhkan relokasi mendesak. Pemilihan lokasi di Maryland sebelumnya telah melalui proses kompetisi dan pembahasan politik selama hampir 15 tahun sebelum dibatalkan oleh pejabat era Trump pada Juli 2025.
Pemerintah Negara Bagian Maryland dan Prince George’s County mengajukan gugatan hukum pada November untuk mempertahankan hak pembangunan markas baru tersebut. Proyek seluas area Greenbelt itu diperkirakan membawa investasi sebesar 4 miliar dolar AS dan membuka lebih dari 7.500 lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Pihak GSA memberikan tanggapan resmi terkait putusan sela yang dikeluarkan oleh pihak pengadilan federal tersebut.
"GSA tidak akan melanjutkan pendekatan yang lebih rendah dalam hal biaya, kecepatan, dan nilai," kata juru bicara GSA.
GSA menambahkan bahwa pihaknya berikhtiar memastikan seluruh mitra lembaga memiliki ruang kerja terbaik guna menyelesaikan misi bagi masyarakat Amerika Serikat. Sementara itu, pihak kepolisian federal juga memberikan pernyataan terpisah mengenai putusan hakim tersebut.
"Pengadilan telah memilih untuk intervensi secara tidak sah karena alasan politik," kata juru bicara FBI.
Juru bicara lembaga tersebut menambahkan keterangannya mengenai fokus kerja organisasi di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
"FBI ini berfokus pada misi dan akan melanjutkan tindakan terbaik untuk memenuhi kebutuhan penegakan hukum," kata juru bicara FBI.
Pihak FBI juga menyatakan pandangannya terkait keputusan pengadilan yang dinilai menghambat efisiensi anggaran pemerintah.
"Ini bukan pertama kalinya pengadilan mencoba merusak upaya pemerintah dalam tujuannya membuat pemerintahan lebih hemat biaya bagi pembayar pajak Amerika," kata FBI.
Gubernur Maryland Wes Moore menyambut baik keputusan hakim yang memenangkan tuntutan hukum wilayahnya atas pemerintah federal.
"Presiden Trump mencoba mengambil dari Maryland apa yang telah dimenangkan oleh Maryland. Dia gagal," kata Wes Moore, Gubernur Maryland.
Gubernur dari Partai Demokrat tersebut menyerukan agar seluruh pihak segera memulai proses pembangunan fasilitas penegak hukum tersebut di lokasi yang telah ditetapkan.
"Sekarang saatnya menghentikan permainan dan mulai bekerja membangun markas besar FBI berkelas dunia yang layak didapatkan oleh para pelayan publik kita, di tempat yang seharusnya: di Prince George's County, Maryland," kata Wes Moore, Gubernur Maryland.
Jaksa Agung Maryland Anthony Brown turut menyampaikan keputusannya untuk mengawal pengalihan kembali dana anggaran yang sempat dialihkan oleh pemerintah pusat.
"Maryland dan Prince George's County berkomitmen lebih dari satu dekade kerja keras untuk mendapatkan markas FBI dan menjanjikan ratusan juta dolar," kata Anthony Brown, Jaksa Agung Maryland.
Anthony Brown menegaskan bahwa keputusan hakim federal telah membuka jalan bagi realisasi pengerjaan proyek strategis tersebut di wilayahnya.
"Dengan memblokir upaya melanggar hukum Administrasi Trump untuk memindahkan FBI ke Gedung Reagan dan mengalihkan dana yang disisihkan Kongres untuk proyek ini, Pengadilan telah membersihkan jalur kembali ke Greenbelt," kata Anthony Brown, Jaksa Agung Maryland.
Kepala Eksekutif Prince George’s County Aisha Braveboy menegaskan signifikansi ekonomi dari proyek pembangunan fasilitas hukum terbesar di wilayahnya tersebut.
"Kami bersaing melawan yurisdiksi sekitarnya, dan kami menang," kata Aisha Braveboy, Kepala Eksekutif Prince George’s County.
Ia menambahkan rincian estimasi nilai investasi serta dampak pembukaan lapangan kerja baru yang akan diterima oleh daerahnya.
"Ini adalah hadiah ekonomi yang sangat besar. Ini adalah investasi 4 miliar dolar AS, yang merupakan investasi tunggal terbesar di Prince George's County. Ini akan membawa lebih dari 7.500 pekerjaan," kata Aisha Braveboy, Kepala Eksekutif Prince George’s County.
Sebelumnya, Direktur FBI Kash Patel menilai bahwa pemindahan lokasi kantor pusat ke Gedung Ronald Reagan merupakan langkah yang paling efisien bagi keuangan negara.
"[Relokasi markas besar ke gedung Reagan] adalah cara yang paling hemat biaya dan efisien sumber daya untuk menjalankan misi kami melindungi rakyat Amerika dan menjunjung tinggi Konstitusi," kata Kash Patel, Direktur FBI.
Presiden Donald Trump saat berpidato di Departemen Kehakiman pada Maret 2025 sempat menyatakan komitmennya untuk membatalkan rencana pemindahan markas ke wilayah Maryland.
"Kami akan menghentikannya. Tidak akan membiarkan itu terjadi," kata Donald Trump, Presiden AS.
Pemerintah AS berargumen bahwa pembangunan gedung baru di Greenbelt membutuhkan biaya miliaran dolar dan waktu bertahun-tahun, sehingga repurposisi Gedung Ronald Reagan dianggap sebagai alternatif tercepat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow