Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp 2,627 Juta per Gram
Harga emas Antam 24 karat mengalami penurunan sebesar Rp 10.000 per gram hingga menyentuh level Rp 2.627.000 per gram pada Selasa (8/9/2026). Penurunan beruntun ini terjadi akibat menguatnya data tenaga kerja Amerika Serikat dan lonjakan harga minyak mentah dunia, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sejak akhir pekan lalu, setelah sehari sebelumnya harga emas sempat terkoreksi Rp 3.000 ke level Rp 2.637.000 per gram. Membaiknya sektor ketenagakerjaan di AS memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan membuka peluang kenaikan lebih lanjut.
Di sisi lain, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang menembus US$ 90 per barel dan Brent yang mendekati US$ 100 per barel turut mendorong potensi inflasi di AS. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memberikan analisisnya terkait dampak tekanan inflasi terhadap pergerakan emas.
"Pada saat inflasi tinggi, berarti Bank Sentral Amerika akan mempertahankan suku bunga tinggi. Dan ini yang membuat akhirnya apa, harga emas yang tadinya sempat mengalami lonjakan-lonjakan ke US$ 4.600, kemudian terpengaruh penurunan," ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat Mata Uang dan Komoditas.
Kendati sedang melemah, kondisi koreksi saat ini dinilai menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat maupun investor untuk mulai mengoleksi logam mulia. Prospek harga emas dalam jangka menengah hingga panjang diproyeksikan tetap positif.
"Jadi turunnya harga emas ini sebenarnya harusnya dimanfaatkan oleh para investor atau masyarakat yang belum mengoleksi logam mulia untuk melakukan pembelian terhadap logam mulia," kata Ibrahim Assuaibi, Pengamat Mata Uang dan Komoditas.
Ibrahim memprediksi harga emas Antam berpeluang besar untuk kembali menguat dan menyentuh level Rp 3 juta per gram pada akhir tahun. Proyeksi positif tersebut didukung oleh pandangan lembaga keuangan global yang menyoroti eskalasi risiko geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur.
"Kemudian logam mulia kembali ke level Rp 3 juta, ya dalam akhir tahun kemungkinan besar akan terjadi. Karena hampir semua bank-bank besar ya, J.P. Morgan, Lehman Brothers, ya itu pun juga mengatakan bahwa kemungkinan besar permasalahan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur ini yang akan membuat harga emas dunia naik dan logam mulia pun juga akan kembali menguat," terang Ibrahim Assuaibi, Pengamat Mata Uang dan Komoditas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow