Harga Emas Dunia Naik Tipis ke $4.473 per Ons pada 4 September 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia pada Jumat, 4 September 2026, tercatat naik tipis ke level $4.473,63 per ons, melanjutkan tren penguatan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir di pasar global. Kenaikan ini terjadi di tengah turunnya suku bunga Amerika Serikat dan inflasi yang mulai melandai, memengaruhi sentimen investor di pasar logam mulia.

Data harga pada 4 September 2026 menunjukkan kenaikan sebesar 1,96% dibandingkan hari sebelumnya yang berada di angka $4.393,00 per ons. Sebelumnya, pada 2 September 2026, harga emas juga mengalami kenaikan sebesar 1,25% menjadi $4.382,95 per ons. Tren kenaikan ini menjadikan harga emas naik sekitar 8,08% dalam sebulan terakhir dan 23,14% dibandingkan tahun lalu, menurut data dari id.tradingeconomics.com.

Namun, volatilitas pasar tetap tinggi setelah harga emas sempat anjlok tajam pada pekan lalu dari level $4.626 ke $4.393 per ons dalam waktu singkat, imbas dari pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole yang memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Faktor Pengaruh Suku Bunga dan Inflasi

Penurunan suku bunga AS menjadi 3,75% pada Agustus 2026 dan inflasi Juli yang turun menjadi 3,40% menjadi faktor utama penguatan harga emas saat ini. Logam mulia kerap menjadi instrumen pelindung nilai saat inflasi tinggi dan suku bunga rendah. Menurut data, korelasi antara inflasi dan harga emas tetap kuat, menjadikan emas pilihan investasi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Perbandingan Harga Logam Lain

Selain emas, logam lain juga menunjukkan pergerakan harga yang beragam pada 3 September 2026:

  • Perak: $66,97 per ons
  • Tembaga: $6,58 per pound
  • Baja: $3.115 per ton
  • Platina: $1.829,90 per ons
  • Bijih Besi: 99,42 per ton

Cadangan Emas Negara dan Implikasinya

Cadangan emas utama dunia juga menjadi indikator penting dalam dinamika harga emas global. Pada Juni 2026, Amerika Serikat memiliki cadangan emas sebesar 8.133,46 ton, diikuti oleh Cina dengan 2.346,43 ton, Rusia 2.282,98 ton, dan India 880,52 ton. Negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Italia juga memiliki cadangan signifikan masing-masing di atas 2.400 ton. Cadangan ini memberi gambaran stabilitas dan potensi pengaruh terhadap pasar emas dunia.

Data Historis dan Prediksi Harga

Harga tertinggi emas sepanjang masa dicatat pada Januari 2026 di level $5.608,35 per ons. Prediksi dari beberapa analis memperkirakan harga emas akan mencapai sekitar $4.464,62 per ons pada akhir kuartal 2026 dan bisa naik lebih jauh ke $4.859,34 per ons dalam 12 bulan ke depan, didorong oleh ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter yang longgar.

PeriodeHarga Emas ($/ons)Perubahan (%)
3 September 20264.473,63+1,96
2 September 20264.382,95+1,25
1 Bulan Terakhir+8,08
1 Tahun Terakhir+23,14

Reaksi Pasar dan Investor

Sentimen investor terhadap harga emas saat ini masih cenderung positif, meskipun ada koreksi jangka pendek setelah pidato pejabat The Fed. Kenaikan harga emas ini dinilai sebagai respons terhadap penurunan inflasi dan suku bunga yang lebih menguntungkan bagi logam mulia sebagai aset safe haven.

"Penurunan inflasi dan suku bunga memberikan momentum positif bagi harga emas, menjadikannya pilihan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global," ujar seorang analis pasar dari Trading Economics.

Investor dianjurkan untuk terus memantau perkembangan inflasi dan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi harga emas ke depan.

Harga Emas Dunia Melemah ke Level US.083 per Troy Ons Imbas Sentimen The Fed | Nusantara TV
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed