Harga Kakao Dunia Naik Sentuh USD4.200 per Ton Akibat Pemangkasan Proyeksi Surplus Global
Harga kontrak berjangka komoditas kakao global diperdagangkan di kisaran USD4.200 per ton pada Sabtu (20/6/2026). Nilai ini merangkak naik mendekati level tertinggi sejak pertengahan Mei lalu akibat revisi penurunan proyeksi surplus pasokan global.
Pergerakan pasar komoditas internasional menunjukkan tren pengetatan pasokan yang mendorong peningkatan harga. Berdasarkan data perdagangan terbaru hingga pekan ini, harga kakao sempat menyentuh angka USD4.253,82 per ton pada 18 Juni 2026, mencatat kenaikan sebesar 0,40 persen dari hari sebelumnya.
Kenaikan dalam jangka pendek ini memperkuat performa harga kakao yang tumbuh 8,88 persen selama sebulan terakhir. Kendati demikian, harga kakao hari ini sebenarnya masih berada 55,77 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada setahun lalu.
Penyebab utama dari volatilitas pasar global terkini adalah langkah lembaga analisis komoditas yang kompak memotong perkiraan kelebihan pasokan mereka.
Lembaga StoneX secara resmi mengurangi proyeksi surplus kakao global untuk musim 2026/27 menjadi 149.000 ton. Angka ini terpangkas signifikan dari proyeksi awal mereka pada bulan Januari yang sempat memperkirakan surplus hingga 267.000 ton.
Selain itu, StoneX juga memangkas estimasi surplus untuk musim 2025/26 menjadi 247.000 ton dari perkiraan sebelumnya sebesar 287.000 ton. Penyesuaian pasokan ini langsung direspons oleh para pelaku pasar di berbagai bursa berjangka komoditas utama dunia.
Revisi Organisasi Kakao Internasional
Tidak hanya StoneX, Organisasi Kakao Internasional (ICCO) juga terpantau melakukan langkah serupa untuk mengoreksi data pasar. ICCO merevisi estimasi surplus kakao untuk periode 2024/25 dari yang semula 75.000 ton diturunkan menjadi 48.000 ton.
Langkah revisi beruntun dari lembaga-lembaga pangan dunia ini mempertegas kondisi pasar kakao indonesia dan global yang sedang mengalami pengetatan suplai. Penurunan ekspektasi surplus ini memicu kekhawatiran industri manufaktur cokelat global terkait ketersediaan bahan baku mentah ke depan.
Pertumbuhan Stok Pelabuhan Amerika Serikat
Di tengah pemotongan proyeksi pasokan global, volume penyimpanan stok di hilir justru mencatatkan sedikit kenaikan. Volume biji kakao yang disimpan di berbagai pelabuhan Amerika Serikat dilaporkan tumbuh sebesar 5.678 kantong.
Dengan penambahan tersebut, total persediaan kakao di pelabuhan negara paman sam kini mencapai 2.923.471 kantong. Perubahan volume stok gudang pelabuhan ini menjadi salah satu indikator penting bagi pergerakan ukuran kontrak di Bursa Berjangka New York (NYMEX) yang menetapkan satuan 10 metrik ton per kontrak.
Peta Produksi dan Distribusi Global
Struktur penawaran komoditas cokelat mentah di tingkat internasional masih sangat bergantung pada stabilitas panen dari sejumlah kawasan utama. Gangguan cuaca atau penyakit tanaman di wilayah-wilayah ini dipastikan langsung mengonversi harga jual global secara instan.
Daftar Negara Produsen Terbesar
Dua negara di kawasan Afrika Barat masih mengukuhkan posisi sebagai tulang punggung utama rantai pasok cokelat dunia. Pengaruh kedua negara ini sangat dominan terhadap pembentukan harga harian.
- Pantai Gading (Cote d'Ivoire): Menyumbang sekitar 30 persen dari total panen tahunan global.
- Ghana: Bersama Pantai Gading, kedua negara ini menyumbang lebih dari 60 persen dari total produksi dunia.
- Produsen Utama Lainnya: Indonesia, Nigeria, Kamerun, Ekuador, Brasil, Republik Dominika, Malaysia, dan Kolombia.
Alur Distribusi Negara Importir
Sebaliknya, arus perdagangan biji kakao mentah sebagian besar mengalir menuju negara-negara industri maju di kawasan Eropa dan Amerika. Negara-negara tersebut mengolah bahan mentah menjadi produk jadi bernilai tinggi.
Negara importir utama biji kakao di dunia meliputi Belanda, Amerika Serikat, Jerman, Belgia, Luksemburg, dan Malaysia. Permintaan yang konsisten dari negara-negara industri ini menjaga basis volume perdagangan kakao berjangka tetap tinggi di pasar internasional.
Data Historis dan Prediksi Harga Kakao Masa Depan
Pasar komoditas global mencatat bahwa fluktuasi harga coklat mentah saat ini bergerak dinamis jika berkaca pada rekam jejak jangka panjangnya. Dinamika harga dipengaruhi oleh inflasi, biaya logistik, dan perubahan pola cuaca ekstrem.
| Kategori Parameter Harga | Nilai Komoditas (USD) | Keterangan Rentang Waktu |
|---|---|---|
| Rekor Tertinggi Sepanjang Masa | 12.906,00 USD/MT | Desember 2024 |
| Harga Terendah Historis | 0,91 USD/MT | Rentang Data 1959 - 2026 |
| Harga Referensi Mei 2025 | 9.865,00 USD/Ton | Setara Rp160.800.000 per Ton |
| Prediksi Akhir Kuartal | 3.834,46 USD/MT | Proyeksi Trading Economics |
| Prediksi 12 Bulan ke Depan | 3.205,41 USD/MT | Estimasi Jangka Panjang |
Rekor harga tertinggi sepanjang masa untuk komoditas kakao secara historis berada di angka 12.906,00 USD per metrik ton yang sukses dicapai pada bulan Desember 2024. Sebaliknya, harga terendah berada di angka 0,91 USD per metrik ton dalam rentang panjang data dari tahun 1959 hingga 2026.
Sebagai simulasi acuan internasional pada tahun lalu, biji kakao per Mei 2025 sempat dinilai seharga 9.865 USD atau sekitar Rp160.800.000 per ton dengan asumsi kurs rupiah Rp16.300 per dolar AS. Melalui skema tersebut, harga jual per kilogram di tingkat grosir mencapai Rp160.800.
Melihat volatilitas saat ini, Trading Economics memprediksi kakao akan diperdagangkan pada level 3.834,46 USD per metrik ton pada akhir kuartal berjalan. Lebih lanjut, komoditas ini diperkirakan bergerak menuju level 3.205,41 USD per metrik ton dalam kurun waktu 12 bulan ke depan seiring normalisasi pasokan global.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Penyesuaian perkiraan pasokan oleh lembaga-lembaga analisis internasional diproyeksikan masih menjadi motor utama penggerak harga kakao dalam beberapa pekan mendatang. Para petani domestik dan pelaku industri manufaktur makanan di Indonesia kini terus mengamati pergerakan pasar guna menetapkan strategi lindung nilai serta harga jual produk olahan di tingkat retail.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow