Harga Kakao Dunia Turun ke 3923 USD per Metrik Ton Akibat Melonjaknya Pasokan Pantai Gading
Harga kakao internasional mengalami penurunan signifikan ke level 3.923 USD per metrik ton (MT) pada perdagangan yang dipantau hari ini, Senin, 1 Juni 2026. Berdasarkan data pasar komoditas terbaru, angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 4,29 persen dibandingkan hari sebelumnya yang sempat bertahan di posisi 4.099 USD per MT.
Koreksi harga ini dipicu oleh membaiknya proyeksi pasokan dari Afrika Barat, khususnya Pantai Gading, yang mulai membanjiri bursa berjangka. Meskipun melemah dalam skala harian, grafik perdagangan jangka panjang menunjukkan harga komoditas utama cokelat ini sebenarnya masih mencatatkan kenaikan 9,92 persen selama sebulan terakhir.
Kendati demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, harga saat ini terpantau 59,82 persen lebih rendah. Fluktuasi ini menandai fase normalisasi pasar setelah komoditas perkebunan tersebut menyelesaikan siklus volatilitas ekstremnya dalam beberapa waktu ke belakang.
Menurut laporan berkala dari Trading Economics, penurunan harga di pasar global terjadi setelah Pantai Gading merevisi naik estimasi pengiriman kakao untuk musim 2025/2026. Otoritas komoditas negara tersebut menaikkan target menjadi antara 2,1 hingga 2,2 juta metrik ton (MMT), melonjak dari proyeksi awal yang hanya berkisar 1,8 hingga 1,9 MMT.
Langkah Pantai Gading selaku produsen kakao terbesar di dunia langsung meredam kekhawatiran pelaku pasar atas ancaman kelangkaan bahan baku. Bersama dengan Ghana, kedua negara di kawasan Afrika Barat ini menguasai lebih dari 60 persen dari total produksi kakao global setiap tahunnya.
Selain faktor revisi ekspor, tekanan jual di bursa berjangka juga diperkuat oleh menumpuknya cadangan bahan baku di gudang-gudang internasional. Kondisi ini membuat posisi tawar pembeli menjadi lebih kuat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Persediaan Kakao di Bursa ICE Mencapai Level Tertinggi
Data dari Intercontinental Exchange (ICE) menunjukkan bahwa persediaan kakao di bursa terus merangkak naik secara konsisten. Stok fisik terpantau meningkat menjadi 2.668.548 kantong, sebelum akhirnya menembus level tertinggi dalam 1,75 tahun terakhir dengan total 2.745.277 kantong.
Melimpahnya cadangan di bursa ICE menjadi indikator kuat bahwa rantai pasok global mulai pulih dari kendala logistik dan cuaca buruk. Sebelum menyentuh harga hari ini, kontrak berjangka kakao sempat mencoba rebound menuju 4.180 USD per ton, namun kemudian jatuh kembali mendekati batas bawah di kisaran 3.800 USD per ton.
Sebagai informasi, komoditas ini pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Desember 2024 yang menyentuh angka 12.906,00 USD per MT. Sebaliknya, dalam catatan sejarah historis dari rentang tahun 1959 hingga 2026, harga terendah absolut yang pernah terekam adalah sebesar 0,91 USD per MT.
Daftar Negara Produsen Utama Kakao Global
Meskipun poros utama pasar kakao berada di Afrika Barat, dinamika harga harian juga dipengaruhi oleh produktivitas dari belahan dunia lain, termasuk Asia dan Amerika Latin. Beberapa negara berkembang memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan neraca perdagangan kakao global.
Berikut adalah daftar negara-negara yang menjadi produsen utama kakao di pasar internasional saat ini:
- Pantai Gading (Produsen terbesar dengan kontribusi utama global)
- Ghana (Produsen terbesar kedua di wilayah Afrika Barat)
- Indonesia (Produsen utama perwakilan kawasan Asia Tenggara)
- Nigeria dan Kamerun (Produsen penting di daratan Afrika)
- Ekuador dan Brasil (Produsen utama dari kawasan Amerika Latin)
Perbandingan Data Harga dan Proyeksi Pasar
Analis pasar komoditas memperkirakan tren konsolidasi ini masih akan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan. Nilai tukar mata uang global serta biaya logistik pengiriman laut diprediksi ikut andil dalam membentuk harga keekonomian di tingkat pabrikan cokelat.
Untuk memberikan gambaran mengenai posisi harga komoditas kakao, berikut adalah rangkuman data pergerakan nilai kontrak berjangka berdasarkan kompilasi pasar sekunder terbaru:
| Indikator Pasar | Nilai / Volume Kontrak | Status Periode |
|---|---|---|
| Harga Hari Ini | 3.923 USD / MT | Per 1 Juni 2026 |
| Harga Kemarin | 4.099 USD / MT | Mei 2026 |
| Target Akhir Kuartal | 3.861,79 USD / MT | Proyeksi Analis |
| Prediksi 12 Bulan Depan | 3.258,84 USD / MT | Model Makro Global |
| Rekor Tertinggi Historis | 12.906,00 USD / MT | Desember 2024 |
Berdasarkan model makro global dan ekspektasi sejumlah analis komoditas, instrumen kakao diperkirakan bakal ditransaksikan di angka 3.861,79 USD per MT pada penutupan kuartal berjalan ini. Dalam jangka panjang, konsensus pasar memproyeksikan harga akan melandai ke area 3.258,84 USD per MT dalam rentang waktu 12 bulan ke depan.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Penurunan harga di tingkat internasional ini diharapkan dapat menurunkan tekanan biaya produksi pada industri manufaktur makanan dan minuman olahan di dalam negeri. Pergerakan nilai kontrak fisik di pasar lokal biasanya akan menyesuaikan dengan perkembangan harga pasaran dunia setelah memperhitungkan biaya kargo dan bea keluar resmi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow