Harga Kakao Hari Ini Merosot ke Level Terendah Sejak Awal Mei
Harga kakao hari ini merosot ke level terendah sejak awal Mei 2026 setelah bertengger di zona premium selama beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data perdagangan komoditas pada Senin, 15 Juni 2026, harga kakao kontrak berjangka atau Contract for Difference (CFD) jatuh ke kisaran 3.700 USD per metrik ton.
Penurunan tajam ini mematahkan tren stabil yang sebelumnya bertahan di level 4.000 USD per metrik ton sejak pertengahan Mei lalu. Perubahan harga komoditas utama global tersebut langsung berdampak signifikan terhadap peta perdagangan bahan baku coklat dunia.
Meskipun pada penutupan pekan lalu, tepatnya Jumat 12 Juni 2026, harga kakao sempat mencatatkan kenaikan harian sebesar 1,84 persen ke angka 3.868 USD per metrik ton, namun tren jangka panjang menunjukkan pelemahan nyata. Pasar terus merespons dinamika pasokan yang melimpah.
Jika dihitung secara akumulatif hingga pertengahan Juni 2026, harga bahan baku coklat ini sudah anjlok sebesar 11,95 persen selama sebulan terakhir. Koreksi ini bahkan terlihat jauh lebih drastis ketika disandingkan dengan performa tahun lalu.
Perbandingan Historis Nilai Kakao
Data bursa menunjukkan harga kakao global telah jatuh hingga 60,49 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Angka ini menjadi sorotan para pelaku usaha makanan dan minuman global yang bergantung pada pasokan biji coklat.
Kondisi pasar saat ini berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa. Sebagai catatan, harga kakao pernah menembus level tertinggi historis sebesar 12.906,00 USD per metrik ton pada Desember 2024 silam, sementara level terendahnya berada di angka 0,91 USD per metrik ton dalam rentang pencatatan tahun 1959 hingga 2026.
| Parameter Pasar | Nilai Fakta / Data Historis |
|---|---|
| Harga Hari Ini (Kisaran CFD) | ± 3.700 USD per ton |
| Harga per 12 Juni 2026 | 3.868 USD per ton |
| Perubahan Satu Bulan Terakhir | Turun 11,95% |
| Perubahan Jauh vs Tahun Lalu | Turun 60,49% |
| Rekor Tertinggi (Desember 2024) | 12.906,00 USD per metrik ton |
| Ukuran Kontrak NYMEX | 10 metrik ton per kontrak |
Faktor Penyebab Harga Kakao Turun
Tingginya volume persediaan di gudang internasional menjadi penyebab utama merosotnya nilai tukar komoditas ini. Stok kakao yang terdaftar di bursa Intercontinental Exchange (ICE) dilaporkan terus merangkak naik secara signifikan.
Persediaan di gudang ICE melonjak ke level tertinggi dalam 1,75 tahun terakhir dengan total mencapai 2.929.074 kantong. Lonjakan ini meneruskan tren peningkatan pasokan setelah sebelumnya persediaan global hampir menyentuh angka tertinggi dalam dua tahun sebesar 2.846.957 kantong pada tanggal 29 Mei.
Hukum permintaan dan penawaran internasional otomatis berlaku ketika pasokan di pasar melimpah sedangkan penyerapan industri tetap stabil. Faktor ini memicu koreksi nilai jual pada ukuran kontrak NYMEX yang ditetapkan sebesar 10 metrik ton untuk setiap satu kontraknya.
Peta Produksi dan Simulasi Nilai Lokal
Fluktuasi harga global ini sangat dipengaruhi oleh kondisi panen di negara-negara produsen utama dunia. Dua negara di wilayah Afrika Barat memegang kendali penuh atas suplai coklat mentah secara global.
- Pantai Gading (Cote d'Ivoire): Menyumbang sekitar 30 persen dari total panen tahunan global.
- Ghana: Bersama Pantai Gading menyumbang lebih dari 60 persen produksi kakao dunia.
- Produsen Lainnya: Indonesia, Nigeria, Kamerun, Ekuador, Brasil, Republik Dominika, Malaysia, dan Kolombia.
- Negara Importir Utama: Belanda, Amerika Serikat, Jerman, Belgia, Luksemburg, dan Malaysia.
Sebagai gambaran acuan konversi internasional, ketika biji kakao dinilai seharga 9.865 USD per ton pada periode simulasi sebelumnya dengan asumsi kurs USD/IDR sebesar Rp16.300, nilainya setara dengan kurang lebih Rp160.800.000 per ton. Nilai tersebut setara dengan Rp160.800 per kilogram.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Penurunan harga kakao berjangka global hingga pertengahan Juni 2026 ini diproyeksikan akan terus memengaruhi margin keuntungan para petani lokal serta biaya produksi industri manufaktur makanan di berbagai negara importir utama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow