Harga Minyak Dunia Jatuh Dua Persen Menuju Level Terendah Imbas Selat Hormuz Kembali Dibuka

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan signifikan sekitar 2 persen hingga mendekati level terendah dalam sebulan terakhir pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Penurunan ini dipicu oleh normalisasi jalur distribusi laut di Timur Tengah serta peningkatan volume ekspor dari sejumlah negara produsen utama.

Berdasarkan laporan pasar komoditas terbaru, pergerakan nilai tukar minyak mentah global saat ini berada dalam tekanan jual yang kuat. Situasi tersebut langsung berdampak pada stabilitas sektor energi global, mengingat posisi strategis komoditas ini sebagai penggerak utama inflasi dunia.

Penurunan tajam yang terjadi menjelang akhir pekan ini menyeret dua patokan utama minyak global ke level psikologis baru. Para pelaku pasar merespons cepat kembalinya pasokan minyak mentah ke pasar internasional setelah sempat tertahan beberapa waktu lalu.

Nilai Transaksi Minyak Mentah dan Brent

Menurut data komoditas dari Trading Economics, harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 2 persen menjadi hampir 67 USD per barel pada hari Kamis waktu setempat. Data historis per 1 Juli 2026 menunjukkan minyak mentah berada di posisi 68 USD per barel, mencatatkan penurunan sebesar 2,16 persen dari hari sebelumnya dan anjlok hingga 27,48 persen selama sebulan terakhir.

Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent juga mengalami koreksi serupa dengan turun sekitar 2 persen menuju level 70 USD per barel. Data Trading Economics mencatat Brent bertengger di posisi 71,11 USD per barel pada 1 Juli 2026, yang berarti melemah 2,52 persen dari hari sebelumnya dan merosot 25,93 persen dalam satu bulan terakhir. Meski demikian, posisi kedua jenis minyak ini masing-masing masih 0,81 persen dan 2,89 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama setahun lalu.

Perbandingan Data Historis Harga Minyak

Berikut adalah perbandingan data pergerakan harga minyak mentah dunia berdasarkan catatan pasar terbaru:

Tabel Pergerakan Harga Minyak Mentah Dunia Juli 2026
Jenis KomoditasHarga per 1 Juli 2026 (USD/Bbl)Perubahan Harian (%)Perubahan Bulanan (%)Rekor Tertinggi Sepanjang Masa (USD)
Minyak Mentah (WTI)68,00-2,16-27,48410,45 (Desember 2025)
Minyak Mentah Brent71,11-2,52-25,93147,50 (Juli 2008)

Faktor Utama Pemicu Kemerosotan Pasar Energi

Melemahnya harga komoditas cair ini dipengaruhi oleh kombinasi antara melimpahnya pasokan luar negeri dan kelancaran jalur logistik laut internasional. Kondisi ini meredakan kekhawatiran para investor terhadap risiko kelangkaan energi yang sempat mencuat pada kuartal sebelumnya.

Beberapa faktor utama yang mendasari penurunan harga energi global meliputi:

  • Kembalinya volume ekspor Uni Emirat Arab yang kini melewati angka 3,9 juta barel per hari.
  • Total aliran harian maritim global yang melewati Selat Hormuz kini telah menembus angka 10 juta barel setelah sempat terganggu.
  • Langkah aliansi produsen minyak (OPEC+) yang tetap mempertahankan pemotongan produksi sebanyak 1,66 juta barel per hari guna menyeimbangkan pasar.
Selat Hormuz Kembali Ramai, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas | Kompas.com

Di sisi lain, pergerakan turun ini terjadi di tengah kondisi stok domestik Amerika Serikat yang sebenarnya sedang mengetat. Data cadangan komoditas negara tersebut menunjukkan total cadangan minyak jatuh ke level terendah sejak Maret 2025 setelah mengalami penarikan selama dua belas minggu berturut-turut.

Estimasi dan Prospek Pasar ke Depan

Meskipun saat ini pasar sedang mengalami tekanan koreksi yang cukup dalam, sejumlah analis memperkirakan nilai komoditas ini akan kembali merangkak naik dalam beberapa jangka waktu ke depan. Keseimbangan antara permintaan musiman dan kebijakan pembatasan suplai dinilai tetap menjadi penopang utama harga di masa mendatang.

Berdasarkan model makro global Trading Economics dan ekspektasi sejumlah analis, minyak mentah diperkirakan akan diperdagangkan pada level 75,23 USD per barel pada akhir kuartal ini. Lebih lanjut, proyeksi pasar untuk jangka panjang mengestimasi komoditas energi ini akan bergerak ke posisi 81,74 USD per barel dalam kurun waktu 12 bulan mendatang.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Situasi pergerakan pasar komoditas global ini masih terus dipantau secara ketat oleh para pelaku industri di dalam negeri. Perubahan nilai keekonomian minyak mentah diproyeksikan bakal memengaruhi kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak retail domestik pada periode berjalan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed