Harga Minyak Dunia Turun Jelang Akhir Pekan Imbas Normalisasi Selat Hormuz
Harga minyak dunia mencatatkan penurunan tipis pada perdagangan Sabtu, 27 Juni 2026 setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda. Pelonggaran blokade di Selat Hormuz memicu penurunan kecemasan pelaku pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi global.
Berdasarkan data perdagangan berjangka Reuters, komoditas minyak mentah Brent terpantau turun 19 sen atau sekitar 0,25 persen ke level US$ 75,07 per barel. Langkah penurunan ini diikuti oleh komoditas West Texas Intermediate AS yang merosot 13 sen atau 0,18 persen ke level US$ 71,79 per barel.
Kondisi pasar berjangka tersebut sedikit berbeda dengan pergerakan harga spot harian yang sempat terekam oleh Trading Economics. Melalui platform tersebut, pergerakan harga menunjukkan dinamika penutupan posisi mingguan yang fluktuatif di akhir bulan Juni.
Perbandingan Data dan Dinamika Harga Pasar
Melalui pantauan berkala, penurunan harga pekan ini menjadi kelanjutan dari tren koreksi yang terjadi sejak awal minggu. Risiko pasokan dari Timur Tengah yang terus menyusut mendorong penurunan indeks harga komoditas minyak secara berturut-turut.
Menurut laporan Trading Economics, grafik harian sempat menunjukkan harga minyak mentah WTI berada pada level US$ 71,533 per barel. Angka ini tercatat mengalami perubahan dari posisi harian sebelumnya yang berada di level US$ 69,884 per barel.
Sementara itu, minyak mentah jenis Brent di pasar spot bergerak ke level US$ 74,835 per barel. Nilai tersebut bergerak secara dinamis dari perdagangan hari sebelumnya yang sempat menyentuh level US$ 73,141 per barel akibat penyesuaian volume transaksi.
Tren Pergerakan Mingguan Komoditas WTI
Penurunan harga menjelang akhir pekan ini merupakan akumulasi dari koreksi tajam yang terjadi sejak senin lalu. Pasar secara konsisten melepas posisi beli seiring dengan membaiknya distribusi logistik laut global.
Berikut adalah rincian pergerakan mingguan komoditas WTI per barel sepanjang pekan keempat Juni 2026:
- Senin, 22 Juni: US$ 78,969
- Selasa, 23 Juni: US$ 74,123
- Rabu, 24 Juni: US$ 72,759
Data Harga Minyak Berdasarkan Kurs Rupiah
Jika dikonversikan ke dalam mata uang lokal menggunakan acuan kurs pasar dari Pintu.co.id sebesar Rp17.941 per dolar AS, pergerakan aset komoditas ini memaparkan stabilitas nilai kapitalisasi pada beberapa instrumen acuan.
Informasi nilai konversi harga minyak mentah dunia ke dalam mata uang Rupiah dapat dilihat secara mendetail melalui visualisasi data terstruktur berikut ini:
| Jenis Komoditas | Harga (USD) | Nilai (Rupiah) | Perubahan Harga |
|---|---|---|---|
| Minyak Mentah WTI | US$ 69,46 | Rp1.246.211 | US$ 0,00 |
| Minyak Mentah Brent | US$ 72,77 | Rp1.305.445 | US$ 0,00 |
Faktor Pembukaan Selat Hormuz dan Sentimen Pasar
Penurunan tingkat risiko di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang mendorong kembalinya stabilitas suplai minyak mentah ke pasar internasional. Kapal-kapal tanker dilaporkan sudah mulai keluar dan melintasi jalur selat secara normal tanpa hambatan proteksi ketat.
Berdasarkan ulasan dari Tirto.id, sentimen positif ini meredam kekhawatiran pelaku industri global yang sebelumnya sempat mengantisipasi kelangkaan pasokan. Pembukaan jalur logistik strategis ini memicu aksi ambil untung oleh sebagian besar investor komoditas energi.
Selain faktor pulihnya jalur pelayaran Selat Hormuz, pasar juga merespons dampak pasca-bencana gempa di Venezuela secara netral. Aktivitas kilang minyak di kawasan tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan masif yang mengganggu kuota ekspor bulanan.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Penurunan harga minyak dunia pada akhir pekan ini mendorong manajemen PT Pertamina untuk mengkaji penyesuaian harga bahan bakar minyak dalam negeri. Langkah koordinasi bersama Kementerian ESDM terus berjalan guna memastikan stabilitas harga energi domestik tetap terjaga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow