Saham BBRI Diprediksi Bullish di Tengah Rekomendasi Beli Analis
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) diprediksi tetap berada dalam tren penguatan atau bullish pada perdagangan Senin, 14 September 2026, berdasarkan analisis teknikal Mirae Asset Sekuritas Indonesia, meski sempat tertekan aksi jual pada akhir pekan sebelumnya.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta merekomendasikan investor untuk menambah posisi saham BBRI pada kisaran harga Rp3.230 hingga Rp3.320 per saham dengan target harga bertahap hingga Rp3.570.
"BBRI - Bullish structure remains intact," tulis Nafan dalam risetnya yang dipublikasi Senin pagi ini.
Nafan memproyeksikan target harga pertama BBRI berada di level Rp3.350 dengan potensi kenaikan 2,45 persen, target kedua Rp3.440 atau naik 5,20 persen, dan target ketiga Rp3.570 dengan potensi penguatan 9,17 persen, serta batas support di Rp3.230 dan Rp3.100.
Selain BBRI, Mirae Asset Sekuritas juga menilai saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Indosat Tbk (ISAT) masih dalam tren uptrend. Investor disarankan menambah saham ERAA di area Rp580-Rp600 dengan target Rp605 hingga Rp655, sementara saham ISAT mendapat rekomendasi beli di area Rp2.320-Rp2.490 dengan target harga hingga Rp2.980 per saham.
Prospek penguatan saham perbankan pelat merah ini juga ditopang oleh perbaikan kualitas aset kredit mikro Kupedes BRI. Analis Indo Premier Sekuritas Jovent Muliadi menyampaikan bahwa perubahan proses bisnis sejak 2023 ber dampak positif secara signifikan terhadap portofolio kredit mikro.
"Pertanyaan terbesar kami adalah apakah perbaikan Kupedes disebabkan oleh proses bisnis yang lebih baik atau kondisi ekonomi yang membaik. Jawabannya adalah yang pertama," tulis Jovent dalam risetnya.
Jovent menjelaskan empat langkah strategis BRI, meliputi pengalihan manajemen risiko ke direktur risiko, pembatasan satu rekening kredit per nasabah, penyesuaian indikator kinerja (KPI) petugas yang berfokus pada kualitas pinjaman 6 bulan (6MoB), serta penambahan 4.400 petugas penagihan lapangan. Langkah ini menekan rasio kredit turun ke special mention loan (SML) penyaluran 2025 menjadi 3,4 persen dan menurunkan pembentukan kredit bermasalah (NPL downgrade) menjadi Rp1,7 triliun per bulan pada kuartal II-2026.
"Secara keseluruhan, kami memperkirakan CoC tahun 2026 berada di batas bawah panduan, yakni di bawah 3%, dibandingkan 3,1% pada semester I 2026," ujar Jovent.
Indo Premier Sekuritas memberikan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp4.600 per saham, didukung proyeksi laba bersih Rp59,61 triliun pada 2026 dan Rp66,16 triliun pada 2027, serta perkiraan pertumbuhan Kupedes sebesar 4 hingga 6 persen pada 2027.
Sebelumnya pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, harga saham BBRI ditutup melemah 1,51 persen atau turun 50 poin ke level Rp3.270 per saham. Pelemahan dipicu aksi pelepasan saham masif oleh BCA Sekuritas (SQ) dengan jual bersih (net sell) mencapai Rp156,8 miliar, di tengah lonjakan harga minyak dunia dan kenaikan ekspektasi suku bunga The Fed yang menekan pasar saham Asia. Meskipun demikian, investor asing mencatatkan akumulasi beli bersih (net foreign buy) pada saham BBRI sebesar Rp120,44 miliar pada hari yang sama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow