Harga Mobil LCGC Naik hingga Rp 200 Juta, Penjualan Justru Menurun
Harga mobil Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia mengalami kenaikan signifikan, dengan beberapa varian tertinggi menembus angka Rp 200 juta. Peningkatan harga ini terjadi meskipun pasar LCGC mengalami penurunan penjualan yang cukup tajam pada semester pertama tahun 2026.
Varian tertinggi dari Honda Brio Satya dijual hingga Rp 206,7 juta, sementara harga terendahnya berada di kisaran Rp 170,4 juta hingga Rp 185,5 juta. Di sisi lain, Toyota Agya dengan varian Stylix juga melewati angka Rp 200 juta, tepatnya Rp 201,7 juta. Harga Toyota Agya tipe E termurah dibanderol Rp 174,3 juta, sedangkan varian G berkisar antara Rp 182 juta hingga Rp 198,2 juta.
Daihatsu menawarkan LCGC dengan harga paling terjangkau, yakni Ayla yang mulai dari Rp 141,2 juta dan mencapai Rp 191,2 juta untuk tipe tertinggi. Selain itu, Daihatsu Sigra dan Toyota Calya masih dijual di bawah harga Rp 200 juta, dengan Sigra dibanderol mulai Rp 144,2 juta hingga Rp 186 juta, dan Calya dari Rp 170,7 juta hingga Rp 193,7 juta.
Program LCGC yang diperkenalkan pemerintah sejak 2013 bertujuan membantu masyarakat memiliki mobil dengan harga terjangkau. Kendaraan ini memiliki kapasitas mesin antara 980 hingga 1.200cc dan konsumsi bahan bakar minimal 20 km per liter. Sebelumnya, LCGC mendapat insentif bebas Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), yang mendorong penjualan mobil nasional hingga tembus lebih dari 1 juta unit pada 2013.
Namun, tahun ini LCGC sudah tidak lagi bebas PPnBM dan termasuk dalam kategori Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang turut mempengaruhi kenaikan harga. Di sisi pasar, penjualan LCGC pada semester pertama 2026 merosot 18,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, dengan total distribusi sebanyak 55.506 unit menurut data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Tren penurunan penjualan LCGC bukan hal baru. Dalam tiga tahun terakhir, pasar segmen ini terus menyusut, dimulai dari 204.705 unit pada 2023, turun menjadi 176.766 unit di 2024, dan kembali turun drastis menjadi 122.686 unit pada akhir 2025, seperti dikutip dari Detik Oto.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow