Harga Nikel Dunia Naik Menjadi 18.880 USD per Metrik Ton

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel hari ini terpantau bergerak positif di pasar komoditas internasional pada perdagangan Minggu (24/5/2026). Berdasarkan data perdagangan terbaru, kontrak berjangka komoditas logam ini berhasil pulih dan bertahan di atas level psikologis yang kuat setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dalam beberapa hari sebelumnya.

Komoditas nikel untuk kontrak pengiriman utama naik menjadi 18.880 USD per metrik ton (USD/MT). Laporan pergerakan pasar dari Trading Economics menunjukkan bahwa komoditas ini mencatatkan kenaikan harian sebesar 0,67 persen, sekaligus menandakan pulihnya kepercayaan pasar terhadap sektor logam industri.

Rebound ini terjadi setelah harga nikel sempat merosot dan menyentuh level terendah dalam hampir empat minggu terakhir di posisi 18.555 USD per metrik ton pada pertengahan Mei. Penurunan temporer tersebut dipicu oleh maraknya aksi ambil untung oleh para pelaku pasar setelah nikel sempat diperdagangkan di kisaran tinggi.

Meskipun fluktuasi jangka pendek terus membayangi, performa nikel dalam basis bulanan dan tahunan masih menunjukkan tren yang solid. Dalam satu bulan terakhir, harga komoditas ini menguat tipis sebesar 0,56 persen, sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, harga nikel telah melesat hingga 21,26 persen.

Para pelaku pasar global saat ini terus memperhatikan volatilitas komoditas ini, di mana sebagian investor memanfaatkan momen fluktuasi untuk masuk ke instrumen investasi nikel. Pergerakan ini terlihat jelas dari volume perdagangan harian di Bursa Logam London (LME), yang menetapkan berat standar kontrak perdagangan nikel sebesar 6 ton per lot.

Secara historis, komoditas ini memang dikenal memiliki dinamika pergerakan yang sangat tinggi. Berdasarkan rekam data jangka panjang periode 1993 hingga 2026, rekor tertinggi nikel sepanjang masa berada di angka 54.050 USD per metrik ton yang tercapai pada Mei 2007, sedangkan level terendahnya berada di angka 3.730,50 USD per metrik ton.

Faktor Pasokan dari Indonesia

Penguatan harga saat ini juga sangat dipengaruhi oleh dinamika pasokan di negara produsen utama dunia. Indonesia saat ini memegang peranan krusial dalam menentukan arah pergerakan pasar karena menyandang status sebagai negara penghasil nikel terbesar di dunia dengan kontribusi lebih dari 50 persen output global.

Sentimen pasar terbaru sedikit terpengaruh oleh kabar operasional dari salah satu pusat hilirisasi nikel terbesar di Indonesia. Sekitar 10 persen hingga 15 persen dari total kapasitas produksi nikel pig besi berkualitas tinggi (Nickel Pig Iron/NPI) di Taman Industri Weda Bay dilaporkan akan menjalani pemeliharaan rotasi secara berkala.

Kondisi pemeliharaan fasilitas smelter tersebut diperkirakan akan membatasi kelimpahan pasokan NPI di pasar global untuk sementara waktu. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penopang mengapa harga komoditas logam ini kembali merangkak naik dan menjauhi zona terendahnya.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Rincian Perbandingan Data Harga

Bagi para pelaku industri dan investor, memahami pola pergerakan instrumen ini memerlukan ketelitian dalam melihat tren harian maupun bulanan. Perubahan pasokan global sering kali menjawab pertanyaan mengenai "kenapa harga nikel naik turun" secara mendadak di bursa internasional.

Berikut adalah tabel ringkasan data performa harga komoditas nikel global berdasarkan pergerakan pasar terupdate:

Tabel Performa dan Pergerakan Harga Nikel Dunia 2026
Indikator PasarNilai / Posisi HargaPersentase Perubahan
Harga Penutupan Terbaru18.880 USD/MT+0,67% (Harian)
Level Terendah 4 Minggu18.555 USD/MT
Performa 1 Bulan Terakhir+0,56%
Performa 1 Tahun Terakhir+21,26%
Rekor Tertinggi Historis (Mei 2007)54.050 USD/MT

Fluktuasi yang terjadi di bursa LME ini pada akhirnya akan memengaruhi harga patokan di tingkat domestik, termasuk kebijakan harga acuan yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM. Pemerintah Indonesia sendiri terus berupaya memperkuat kemandirian penentuan harga komoditas strategis ini agar tidak sepenuhnya didikte oleh pasar asing.

Menteri Diminta Prabowo Tetapkan Harga Sawit dan Nikel Secara Mandiri | CNBC Indonesia

Langkah penataan ekspor dan pengelolaan tata kelola hilirisasi domestik diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai jual nikel mentah maupun produk turunannya. Hingga saat ini, aktivitas perdagangan di berbagai smelter dalam negeri tetap berjalan normal di tengah perbaikan harga nikel di pasar dunia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed