Harga Nikel Kontrak 3 Bulan Turun ke US$16.825 per Ton

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel dunia mengalami penurunan signifikan hingga menyentuh angka US$16.825 per ton pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Penurunan ini membawa komoditas logam tersebut mendekati level terendah sejak awal Januari 2026 di tengah fluktuasi pasar global.

Berdasarkan data perdagangan komoditas terbaru, melemahnya nilai tukar dan dinamika pasokan disinyalir menjadi pemicu utama. Koreksi tajam ini memberikan dampak langsung bagi para pelaku industri hilirisasi dan emiten pertambangan di berbagai negara produsen utama.

Menurut laporan Trading Economics, komoditas nikel sempat merosot lebih dalam ke level 16.795 USD per ton pada sesi perdagangan yang sama. Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 2,52 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Jika dihitung dalam kurun waktu satu bulan terakhir, performa harga nikel dunia 2026 tercatat menyusut hingga 10,09 persen. Kendati demikian, posisi harga saat ini sebenarnya masih berada 11,41 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Tren Perdagangan Sepanjang Tahun 2026

Data TradingView menunjukkan bahwa kontrak pengiriman nikel untuk tiga bulan ke depan mengalami pertumbuhan negatif sebesar -6,53 persen dalam sepekan terakhir. Rata-rata nilai transaksi harian di pasar internasional berada di kisaran US$17,63 ribu per ton.

Sepanjang tahun berjalan ini, performa harga komoditas tambang tersebut sudah menyusut sebesar -0,53 persen dari posisi awal tahun yang bertengger di angka US$16.915 per ton. Fluktuasi ini memperlihatkan ketidakpastian yang masih membayangi sektor energi dan baterai global.

Perbandingan Data Historis dan Target Pasar

Penurunan yang terjadi saat ini berbanding terbalik dengan kondisi pada kuartal sebelumnya. Pada Rabu, 6 Mei 2026, harga nikel sempat mencetak rekor tertinggi tahunan dengan menembus nilai perdagangan sebesar US$19.675 per ton.

Secara bulanan, rata-rata harga tertinggi sepanjang tahun ini dibukukan pada Mei 2026 yang bertengger di angka US$19,01 ribu per ton. Pelaku pasar terus mencermati apakah pelemahan saat ini akan memicu dampak penurunan harga nikel global yang lebih luas atau justru menjadi titik balik akumulasi.

Sebagai perbandingan historis jangka panjang, berikut adalah rekam jejak pergerakan harga nikel di pasar internasional dalam beberapa tahun terakhir:

Untuk memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai perkembangan nilai komoditas ini, berikut adalah rincian pergerakan harga nikel berdasarkan data historis yang dihimpun dari Trading Economics dan TradingView:

Tabel Pergerakan Harga Nikel Global (2024–2026)
Periode PerdaganganNilai Komoditas (per Ton)Status Perubahan Harga
Rata-rata Sepanjang 2024US$15.328Turun 7,7% dari tahun sebelumnya
Awal Pembukaan 2025US$15.078Titik terendah sejak tahun 2020
Puncak Tertinggi (Mei 2026)US$19.675Nilai tertinggi sepanjang tahun 2026
Rabu, 24 Juni 2026US$16.825Mendekati level terendah enam bulan

Faktor Penyebab dan Prediksi ke Depan

Para analis menyampaikan berbagai pandangan mengenai kondisi pasar saat ini. Banyak pihak yang mulai menanyakan "kenapa banyak smelter nikel tutup" di beberapa wilayah operasional akibat marjin keuntungan yang kian tergerus oleh volatilitas harga komoditas dunia.

Harga Nikel Anjlok Imbas Oversupply | CNBC Indonesia

Selain masalah operasional, kebijakan internal dari negara-negara produsen besar turut memengaruhi psikologis pasar. Salah satu sentimen yang dipantau ketat oleh investor adalah realisasi kuota rkab nikel indonesia yang menjadi acuan kapasitas produksi nasional jangka pendek.

Meskipun saat ini pasar sedang mengalami tekanan koreksi yang cukup intens, sejumlah institusi keuangan masih melihat adanya peluang pemulihan. Trading Economics melansir prediksi harga nikel ke depan diperkirakan akan membaik dan ditutup pada level 17.573,38 USD per ton di akhir kuartal ini.

Dalam proyeksi jangka panjang untuk jangka waktu 12 bulan ke depan, harga nikel dunia diperkirakan memiliki ruang penguatan hingga menyentuh 18.958,84 USD per ton seiring dengan potensi penyesuaian permintaan dari industri kendaraan listrik dunia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed