Harga Nikel Turun ke Level Terendah Sejak Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel hari ini, Sabtu 12 September 2026, tercatat turun ke level US$16.550 per ton, menjadi harga terendah sejak Juli 2026. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan pasokan global dan kuota produksi nikel Indonesia yang menurun.

Data pasar menunjukkan harga nikel pada 11 September 2026 sempat menyentuh US$16.525 per ton, turun 0,60% dari hari sebelumnya. Penurunan harga ini menandai tren turun sebesar 2,16% dalam sebulan terakhir, meski secara tahunan harga nikel masih naik 7,44% dibanding September 2025.

Indonesia, sebagai produsen terbesar nikel dunia yang menyumbang sekitar 50% produksi global, menetapkan kuota penambangan nikel tahun 2026 sebesar 260–270 juta ton, menurun dari 379 juta ton pada 2025. Penurunan kuota ini menjadi faktor utama yang memengaruhi harga nikel saat ini.

Selain itu, stok nikel di London Metal Exchange (LME) pada awal September 2026 mencapai sekitar 271.000 ton, menambah tekanan terhadap harga karena ketersediaan logam yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar.

Pengaruh Pasokan Filipina dan Produksi Global

Pengiriman bijih nikel dari Filipina ke Indonesia pada Januari hingga Juli 2026 meningkat signifikan menjadi 11,4 juta ton dari 6,82 juta ton pada periode sebelumnya. Sementara itu, produksi tambang nikel global rata-rata sekitar 3,3 juta ton per tahun, dengan Indonesia sebagai penyumbang utama.

Permintaan dan Penggunaan Nikel

Permintaan nikel didominasi oleh industri stainless steel yang menyumbang sekitar 70% penggunaan. Sektor baterai lithium-ion, termasuk untuk mobil listrik, menyumbang sekitar 15% dan terus meningkat, sementara superalloy menyumbang 5% permintaan global.

Proyeksi Harga dan Dampak Kuota

Perkiraan harga nikel di akhir kuartal ini diperkirakan mencapai US$16.904,99 per ton. Untuk 12 bulan ke depan, harga diperkirakan naik ke sekitar US$18.204,77 per ton, menunjukan potensi penguatan harga seiring penyesuaian pasokan dan permintaan global.

Pengaruh kuota produksi yang menurun di Indonesia menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi harga nikel. Kuota yang lebih ketat diharapkan dapat menyeimbangkan pasokan dan mendorong stabilitas harga ke depan.

Dolar AS dan Harga Nikel

Penguatan indeks dolar AS juga menjadi faktor yang memengaruhi penurunan harga nikel, karena harga nikel diperdagangkan dalam dolar AS di pasar internasional. Kenaikan nilai dolar cenderung menekan harga komoditas logam termasuk nikel.

"Penurunan kuota produksi dan kondisi stok nikel yang cukup di pasar memengaruhi tren harga nikel saat ini," ujar analis pasar logam dari MetalHubPrice.
Harga Nikel "Terbang" ke Level Tertinggi 2 Tahun Lebih | CNBC Indonesia

Data Harga Nikel Terkini

TanggalHarga (US$ per ton)Perubahan (%)
12 September 202616.550-
11 September 202616.525-0,60
Agustus 202616.890-2,16 (bulan)
September 202515.400+7,44 (tahun)

Harga nikel hari ini masih dipantau ketat oleh para pelaku pasar dan industri, terutama terkait pengaruh kuota produksi Indonesia dan dinamika permintaan global, khususnya dari sektor baterai mobil listrik.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed