Harga Nikel Turun ke Level Terendah dalam Sebulan Per 7 Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel hari ini diperdagangkan di kisaran USD18.500 per ton pada Minggu, 7 Juni 2026. Nilai ini menunjukkan pergerakan mundur dari level di atas USD19.220 sekaligus menjadi catatan terendah komoditas tersebut dalam waktu lebih dari sebulan terakhir.

Berdasarkan data perdagangan komoditas berjangka, kontrak nikel jatuh ke angka USD18.575 per metrik ton pada penutupan bursa hari Jumat, 5 Juni 2026. Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 0,32 persen dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya.

Penurunan yang terjadi pada akhir pekan ini mempertegas tren pelemahan komoditas tambang tersebut dalam jangka pendek. Selama sebulan terakhir, harga nikel tercatat telah mengalami penurunan sebesar 3,26 persen akibat penyesuaian pasar global.

Perbandingan Nilai Historis

Meskipun mengalami tekanan dalam satu bulan terakhir, harga komoditas ini sebenarnya masih berada dalam posisi yang relatif kuat jika dibandingkan dengan periode tahun lalu. Nilai pasar saat ini tercatat 19,92 persen lebih tinggi dibandingkan setahun yang lalu berdasarkan data kontrak untuk perbedaan atau CFD.

Jika menilik catatan historis yang lebih panjang dari tahun 1993 hingga 2026, harga nikel bergerak sangat volatil di rentang USD3.730,50 hingga rekor tertinggi sepanjang masa sebesar USD54.050,00 per metrik ton yang pernah tercapai pada Mei 2007 silam.

Faktor Supply Regional dan Operasional Tambang

Dinamika harga di pasar internasional saat ini turut dipengaruhi oleh kondisi operasional para produsen utama. Salah satu sentimen datang dari Weda Bay Nickel yang dilaporkan menghentikan produksi bijih setelah menghabiskan kuota penambangan tahun 2026 yang telah dikurangi.

Dampak Pengurangan Kuota Produksi

Weda Bay Nickel saat ini tengah mencari perpanjangan kuota setelah menerima izin awal sebesar 12 juta ton metrik basah untuk tahun ini. Jumlah izin tersebut berada jauh di bawah realisasi produksi tahun 2025 yang sempat menyentuh angka 42 juta ton.

Langkah penyesuaian volume ini turut memicu perhatian pelaku industri terhadap prospek harga nikel 2026, terutama dalam menjaga keseimbangan pasokan bahan baku baterai dan baja tahan karat di pasar internasional.

Kondisi Permintaan Pasar Utama

Sebagai salah satu konsumen terbesar, aktivitas industri di China memegang peranan penting terhadap pergerakan harga komoditas ini. Aktivitas impor negara tersebut menunjukkan volume yang masif dalam beberapa komparasi data bulanan ekspor dari negara produsen.

Berikut adalah rincian volume impor bijih nikel China dari beberapa negara mitra strategis berdasarkan data perdagangan terupdate:

Tabel Volume Impor Bijih Nikel China
Negara Asal ImporVolume Impor (Metrik Ton)Pertumbuhan Bulanan (MoM)Pertumbuhan Tahunan (YoY)
Filipina5.410.00013,4%60%
Kaledonia Baru146.500Menurun
Total Impor Global China5.780.00011,4%54,2%

Tantangan Biaya Produksi Smelter

Penyebab harga nikel turun ke level terendah dalam sebulan ini juga memicu analisis mendalam mengenai batas bawah harga pasar yang ideal bagi para pelaku industri hilirisasi, terutama untuk sektor kendaraan listrik.

Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia atau Perhapi merilis estimasi mengenai batas biaya operasional yang harus ditanggung oleh fasilitas pengolahan dalam negeri. Komponen biaya ini menjadi krusial di tengah fluktuasi harga komoditas global.

"Biaya produksi nikel dalam mixed hydroxide precipitate (MHP) dari smelter HPAL bisa mencapai lebih dari US$17.000/ton."

Estimasi biaya produksi nikel smelter HPAL yang tinggi tersebut membuat margin keuntungan produsen semakin menipis ketika harga pasar global mendekati level USD18.500 per ton. Kondisi operasional dan dinamika kuota produksi di negara-negara produsen utama diprediksi masih akan menjadi penggerak utama pergerakan harga di bursa berjangka dalam beberapa pekan ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed