IHSG Tertekan Aksi Jual Saham Komoditas Saham BDMN Justru Melonjak

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan sektoral yang cukup kuat pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026 akibat aksi ambil untung massal di sektor komoditas. Kendati demikian, beberapa saham perbankan termasuk BDMN justru bergerak melawan arus pasar dengan mencatatkan lonjakan harga yang signifikan.

Situasi pasar modal hari ini menunjukkan adanya rotasi modal yang dinamis dari sektor energi dan mineral menuju sektor keuangan dan konsumer. Para pelaku pasar tampak cenderung mengamankan keuntungan dari saham komoditas menyusul fluktuasi harga global, lalu mengalirkannya ke instrumen konvensional.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan kode emiten BDMN memimpin jajaran saham berkinerja positif. Harga saham BDMN menguat sebesar Rp160,00 atau naik sekitar 3,76 persen menuju level Rp4.410,00 per lembar saham.

Lonjakan ini sekaligus memperkuat performa tahunan BDMN yang secara akumulatif mencatatkan pertumbuhan hingga sebesar 77,11 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Penguatan ini menjadikan BDMN salah satu instrumen keuangan yang paling diperhatikan di tengah fluktuasi pasar saat ini.

Selain perbankan, sektor ritel dan konsumer juga menunjukkan taringnya pada perdagangan hari ini melalui emiten AMRT dan MYOR. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau AMRT yang kerap menjadi rekomendasi saham ritel terbaik berhasil naik sebesar Rp30,00 atau tumbuh 2,12 persen ke posisi Rp1.445,00.

Kenaikan ini menjadi angin segar bagi AMRT mengingat performa tahunan mereka masih terkoreksi minus 42,20 persen. Langkah serupa juga diikuti oleh saham PT Mayora Indah Tbk atau MYOR yang menguat Rp35,00 ke posisi Rp1.815,00 per lembar saham.

"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."

Melengkapi daftar emiten di zona hijau, saham PT Gudang Garam Tbk atau GGRM juga mencatatkan penguatan sebesar Rp125,00 menuju level Rp16.800,00. Emiten media PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau EMTK turut menguat tipis dengan naik sebesar Rp5,00 ke posisi Rp705,00.

Harga Saham 19.05.26 Pembukaan Sesi Satu | Update Saham ID

Emiten Komoditas Terseret Koreksi Massal

Berbanding terbalik dengan sektor perbankan, kelompok saham pertambangan dan energi justru mengalami penurunan tajam yang menekan laju indeks secara keseluruhan. Penurunan terdalam dialami oleh saham PT Vale Indonesia Tbk dengan kode emiten INCO pada perdagangan hari ini.

Harga saham INCO dilaporkan merosot cukup dalam sebesar Rp400,00 atau anjlok hingga minus 7,48 persen ke posisi Rp4.950,00. Padahal, jika ditarik dalam garis waktu yang lebih luas, performa tahunan dari emiten nikel ini sebenarnya masih surplus sebesar 68,94 persen.

Koreksi tajam berikutnya terjadi pada saham emiten batubara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk atau PTBA. Saham PTBA mengalami penurunan harga sebesar Rp200,00 atau merosot minus 7,02 persen, yang membawa posisinya kini berada di level Rp2.650,00 per lembar saham.

Emiten energi lainnya seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk atau ADRO juga tidak luput dari gelombang koreksi pasar kali ini. Harga saham ADRO melemah sebesar Rp130,00 atau terpangkas minus 5,28 persen sehingga harus parkir di level Rp2.330,00 pada penutupan perdagangan.

Selain sektor komoditas pertambangan, penurunan harga juga melanda emiten jasa keuangan PT Sinar Mas Multiartha Tbk atau SMMA. Saham SMMA mengalami penurunan nominal terbesar hari ini setelah merosot Rp1.000,00 atau minus 5,63 persen ke posisi Rp16.775,00.

Rangkuman Data Pergerakan Saham Pilihan

Bagi para investor pemula yang sedang mencari cara melihat support dan resistance saham, memahami dinamika harga harian ini sangat krusial. Perubahan tren yang mendadak ini memicu pertanyaan di kalangan trader mengenai prediksi ihsg minggu ini untung atau rugi ke depannya.

Berikut adalah tabel ringkasan pergerakan sejumlah harga saham hari ini yang tercatat di bursa domestik:

Tabel Pergerakan Harga Saham Pilihan pada Perdagangan 19 Mei 2026
Kode SahamHarga Terakhir (Rp)Perubahan Harga (Rp)Persentase PerubahanPerforma 1 Tahun
BDMN4.410,00+160,00+3,76%+77,11%
AMRT1.445,00+30,00+2,12%-42,20%
MYOR1.815,00+35,00+1,97%-18,61%
GGRM16.800,00+125,00+0,75%+68,42%
EMTK705,00+5,00+0,71%+28,18%
INCO4.950,00-400,00-7,48%+68,94%
PTBA2.650,00-200,00-7,02%-6,03%
SMMA16.775,00-1.000,00-5,63%+6,17%
ADRO2.330,00-130,00-5,28%+5,43%

Fluktuasi yang terjadi pada kelompok saham komoditas ini menjadi sinyal penting bagi para manajer investasi dalam menyusun portofolio jangka panjang. Beberapa analis menilai aksi jual ini merupakan respons teknis yang wajar setelah sektor energi reli dalam beberapa pekan terakhir.

Di sisi lain, pergerakan dinamis bursa juga diramaikan oleh fundamental kuat saham perbankan besar lainnya seperti BMRI yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih kuartal pertama sebesar 16,6 persen secara tahunan. Investor ritel domestik kini terlihat mulai mengalihkan fokus pada saham pilihan untuk jangka panjang demi memitigasi risiko volatilitas sektor komoditas pertambangan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed