Investor Asing Alihkan Dana ke Saham Komoditas Saat IHSG Anjlok
Aliran dana pemodal asing berpindah dari sektor perbankan menuju sejumlah saham komoditas dan energi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,48 persen pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis, 4 Juni 2026.
Dilansir dari Kabarbursa.com, rekapitulasi keseluruhan transaksi di seluruh pasar menunjukkan investor asing sebenarnya masih membukukan nilai beli bersih tipis sebesar Rp179 miliar. Total pembelian asing mencapai Rp6,12 triliun, sedangkan total penjualan tercatat sebesar Rp5,94 triliun.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin daftar beli bersih asing dengan nilai Rp135,04 miliar. Posisi berikutnya diikuti oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan nilai beli bersih mencapai Rp77,36 miliar.
Selain kedua saham tersebut, pemodal asing juga mengoleksi saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp61,98 miliar. Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) masing-masing mengumpulkan beli bersih Rp46,20 miliar dan Rp41,73 miliar.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut diminati asing dengan nilai Rp38,62 miliar. Tren pengumpulan saham oleh asing ini juga dirasakan oleh PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp35,93 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp28,07 miliar.
Saham pelayaran PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) melengkapi daftar portofolio yang diborong asing pada paruh pertama dengan nilai Rp27,86 miliar. Pengalihan modal ini terjadi di tengah tekanan masif pada sektor perbankan.
Empat bank berkapitalisasi pasar terbesar menjadi sasaran utama aksi jual bersih asing yang menggerus nilai kapitalisasi bursa. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dilepas asing dengan nilai tertinggi mencapai Rp278,62 miliar.
Aksi penjualan terbesar kedua melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan catatan jual bersih sebesar Rp211,24 miar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyusul dengan nilai penjualan masing-masing Rp72,21 miliar dan Rp59,08 miar.
Tekanan jual asing juga dialami saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp85,71 miar. Dua saham blue chip lainnya, PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), ikut dilepas masing-masing sebesar Rp33,86 miar dan Rp30,80 miar.
Sektor ritel dan pertambangan logam tidak luput dari aksi lego oleh pemodal asing. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan jual bersih asing Rp17,62 miar, sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat nilai jual Rp14,72 miar.
Kondisi ini membuat IHSG merosot 206,81 poin ke level 5.734,26 dari posisi penutupan hari sebelumnya di angka 5.941,07. Perdagangan berjalan padat dengan nilai transaksi bursa menembus Rp12,18 triliun dan volume mencapai 215,59 juta lot saham.
Aktivitas transaksi jumbo ini difasilitasi oleh sejumlah pialang terkemuka. UBS Sekuritas Indonesia (AK) mendominasi nilai perdagangan dengan total transaksi sebesar Rp4,76 triliun, disusul Mandiri Sekuritas (CC) yang membukukan nilai transaksi Rp3,4 triliun.
Stockbit Sekuritas Digital (XL) berada di urutan ketiga dengan pencapaian transaksi sebesar Rp2,34 triliun. Posisi lima besar pialang teratas dilengkapi oleh J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) senilai Rp1,53 triliun dan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) sebesar Rp1,45 triliun.
Tiga broker lain yang turut memfasilitasi perdagangan paruh hari ini adalah Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dengan nilai transaksi Rp1,15 triliun. KB Valbury Sekuritas (CP) mencatatkan nilai perdagangan Rp997,7 miliar, diikuti CGS International Sekuritas (YU) sebesar Rp951,4 miliar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow