Harga Tembaga Rekor Tinggi US14617 per Ton Pasokan Ketat

Smallest Font
Largest Font

Harga tembaga berjangka dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa hingga menyentuh US$14.617 per ton di London Metal Exchange pada Senin (7/9/2026). Lonjakan ini dipicu oleh ancaman tarif impor Amerika Serikat serta penurunan produksi tambang global yang memperketat pasokan fisik.

Penguatan komoditas ini melanjutkan tren positif dengan kenaikan sekitar 17 persen sejak awal tahun 2026. Penurunan produksi konsentrat tembaga pada semester pertama tercatat dialami negara produsen utama seperti Chile, Indonesia, dan Kongo, yang turut menguras persediaan gudang.

Kondisi pasar kian tertekan akibat lonjakan permintaan dari sektor teknologi seperti pusat data kecerdasan buatan, jaringan listrik, dan kendaraan listrik. Sentimen tarif AS memicu pergeseran pasokan ke Comex dengan nilai premi mencapai sekitar US$15.000 per ton.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa lonjakan harga komoditas logam ini terjadi karena ketidakseimbangan antara ketersediaan barang dan permintaan pasar yang tetap tinggi.

"Hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan supply tidak cukup cepat untuk memenuhi peningkatan permintaan," ujar Lukman Leong, Analis Mata Uang Doo Financial Futures.

Proyeksi harga tembaga pada akhir tahun 2026 diperkirakan berada di kisaran US$14.000 hingga US$15.500 per ton. Dalam skenario paling optimistis, harga berpeluang menembus level US$17.000 per ton.

Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menuturkan bahwa belanja modal besar-besaran di sektor teknologi turut menjadi pendorong utama lonjakan harga komoditas ini.

"Belanja modal raksasa sektor teknologi untuk pusat data (data centers) yang padat tembaga berjalan beriringan dengan permintaan berkelanjutan dari jaringan listrik dan kendaraan listrik," kata Wahyu Laksono, Founder Traderindo.com.

Wahyu memperkirakan harga tembaga dalam skenario moderat akan berada di rentang US$13.000 sampai US$14.500 per ton. Adapun skenario menguat diperkirakan menembus US$14.800 hingga US$16.000 per ton.

Head of Research Pluang Jason Gozali menilai lonjakan ini terjadi akibat bertemunya dua faktor pendorong utama secara bersamaan di pasar komoditas.

"Rekor harga tembaga mencerminkan pertemuan dua kekuatan yang jarang terjadi bersamaan, yaitu kekhawatiran tarif jangka pendek dan defisit struktural jangka panjang," kata Jason Gozali, Head of Research Pluang.

Kenaikan harga tembaga memberikan dampak positif bagi emiten pertambangan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (8/9/2026). Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk melonjak hingga 5,9 persen dan PT Merdeka Copper Gold Tbk menguat 8,3 persen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed