Hashim Djojohadikusumo Akui Kekayaan dari Bisnis Energi Fosil di Forum CCS 2026

Smallest Font
Largest Font

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengaku bahwa sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis energi fosil seperti minyak dan gas bumi, saat berbicara di acara International Indonesia CCS Forum 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Hashim menjelaskan bahwa ia telah menggeluti bisnis minyak dan gas selama 34 tahun, lebih lama daripada kebanyakan orang yang hadir. Ia menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen mencapai net zero emission pada 2060, namun tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% tanpa mengorbankan sumber daya alam yang melimpah.

"Pak Prabowo merasa bahwa kita bisa mempercepatnya, tetapi Indonesia tidak ingin melakukan bunuh diri ekonomi. Kita ingin memiliki pertumbuhan setidaknya 8% dari beberapa tahun ke depan, dan salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan dan menggunakan semua yang kita miliki, termasuk bahan bakar fosil dan sumber energi," ujar Hashim.

Hashim memaparkan teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon (carbon capture, utilization and storage/CCUS) sebagai solusi mengurangi emisi karbon di sektor energi sekaligus menjaga industri tetap berjalan. Ia mencontohkan pemanfaatan karbon dioksida (CO2) untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti biofuel dan pakan ternak melalui mikroalga.

"Faktanya, karbon dioksida Anda akan menjadi aset positif, bukan liabilitas di neraca Anda. Ini adalah sesuatu yang ingin saya bagikan kepada Anda," kata Hashim.

Selain mikroalga, Hashim juga menyebutkan teknologi penangkapan karbon asal Jepang yang sedang diuji di Petrokimia Gresik dan mampu mengurangi emisi karbon hingga 90%-95%.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menegaskan peran penting CCS dalam mendukung ketahanan energi dan daya saing Indonesia di tengah transformasi ekonomi global. Ia menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, investor, dan mitra internasional dapat mempercepat implementasi CCS dan membuka peluang investasi baru.

Direktur Eksekutif Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) Belladonna Troxylon Maulianda menambahkan bahwa Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan CCS melalui regulasi, kerja sama internasional, dan minat investasi. Belladonna menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan, pembiayaan, infrastruktur, dan kapasitas agar proyek CCS dapat berjalan cepat dan berdampak nyata pada dekarbonisasi dan pembangunan ekonomi.

Forum CCS 2026 juga membahas isu strategis seperti implementasi proyek CCS komersial, pengembangan cross-border CCS, penguatan Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), pengembangan pasar karbon, dan peluang investasi untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed