Helikopter Medis Malaysia Jatuh di Sarawak, 5 Orang Tewas

Smallest Font
Largest Font

Sebuah helikopter layanan medis ‘Flying Doctor’ jatuh di dekat lapangan terbang Long Lellang, Distrik Marudi, Sarawak, Malaysia, Selasa (8/9/2026) pukul 15.40 waktu setempat. Lima orang di dalamnya, termasuk pilot, dokter, asisten medis, dan dua perawat, dikonfirmasi tewas.

Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, menyatakan seluruh korban sedang menjalankan tugas resmi dalam program layanan kesehatan untuk wilayah terpencil. Salah satu korban diidentifikasi sebagai dokter Ainul Baroah Kamaruddin asal Kelantan.

"Kelima orang yang berada di dalam pesawat tersebut meninggal dunia, sebagaimana dikonfirmasi laporan dari dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan serta kementerian kesehatan," ujar Kepala Komite Manajemen Bencana Divisi Miri, Galong Luang.

Operasi pencarian dan evakuasi terkendala kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan, yang menyelimuti Sarawak. Komisioner Kepolisian Sarawak, Mohamad Zainal Abdullah, menyebut lokasi jatuhnya helikopter berada di area terpencil yang memerlukan perjalanan darat selama 10 jam.

Kepala Eksekutif Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM), Norazman Mahmud, mengatakan bangkai helikopter akan dibiarkan utuh hingga tim Biro Investigasi Kecelakaan Udara (AAIB) tiba untuk pemeriksaan. Lokasi kecelakaan telah diamankan.

"Bangkai helikopter di lokasi kecelakaan akan tetap dibiarkan tanpa perubahan sesuai instruksi AAIB," kata Norazman, dilansir New Straits Times.

Helikopter jenis BO-105 dengan nomor registrasi 9M-LLF itu berangkat dari Kota Miri menuju Long Lellang. Menurut Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandara Miri, helikopter jatuh di dekat ujung landasan pacu.

Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri Sarawak, Datuk Gerawat Gala, mengonfirmasi kecelakaan setelah menerima laporan dari warga setempat. Ia telah menghubungi Layang-Layang Aerospace Sdn Bhd, operator helikopter dalam program Flying Doctor Service.

"Saya telah mendapat informasi tentang kecelakaan helikopter di Long Lellang. Saya juga telah menginformasikan kepada pilot pengelola Layang-Layang," ujar Gerawat.

Proses identifikasi korban akan dilakukan di Rumah Sakit Miri dengan pencocokan sampel DNA. Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia menyatakan investigasi akan mengikuti ketentuan Part XXVI Civil Aviation Regulations 2016.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed