IHSG Melesat Didukung Kepastian BI dan Saham Mentok ARA

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 74,4 poin atau 1,14% ke level 6.599,9 pada penutupan perdagangan 1 September 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penguatan IHSG didukung oleh kepastian kepemimpinan Bank Indonesia (BI) setelah DPR RI mengesahkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026-2031, serta lonjakan harga saham lima perusahaan yang mentok batas auto rejection atas (ARA).

Menurut data BEI dan investor.id, lima saham yang mentok ARA tersebut adalah PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) naik 34,9%, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) naik 34,3%, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) naik 25%, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) naik 25%, dan PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik 25%.

Selain itu, indeks saham LQ45 juga mencatat penguatan signifikan dengan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) meningkat 11,04% dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 7,29%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pengesahan Destry menjadi Gubernur BI memberikan kepastian terhadap arah kebijakan moneter yang menjadi sentimen positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Kebijakan BI yang konsisten dalam menjaga stabilitas moneter dan perekonomian juga menjadi perhatian pasar. Di sisi lain, sejumlah indikator ekonomi domestik menunjukkan kondisi yang relatif terjaga," ujar Pilarmas dalam risetnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21% secara bulanan dan 3,19% secara tahunan, masih dalam kisaran sasaran BI sebesar 2,5% plus-minus 1%. Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 juga mencatat surplus US$120 juta setelah defisit pada Juni, mendukung stabilitas ekonomi.

Meski demikian, pasar domestik menghadapi tantangan dari aktivitas manufaktur yang melambat dengan Purchasing Managers' Index (PMI) turun ke 49,8 pada Agustus 2026, menandakan zona kontraksi.

Kondisi geopolitik global juga menimbulkan tekanan, khususnya ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi ketahanan pasokan minyak dan harga energi.

"Perkembangan tersebut menandai kembali meningkatnya pertempuran antara AS dan Iran setelah sekitar satu bulan," kata Pilarmas.

Selain itu, pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menyebut masih banyak pekerjaan sebelum inflasi mencapai target 2% meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi lebih dari 65% dari sebelumnya sekitar 36%.

"Kenaikan ekspektasi suku bunga tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk saham, karena investor kembali mencermati prospek likuiditas dan biaya pendanaan global," tambah Pilarmas.

Meski tekanan global, IHSG tetap mampu bertahan di zona hijau pada sesi pertama perdagangan dengan sektor perindustrian memimpin penguatan sebesar 3,7%, diikuti sektor teknologi, energi, dan keuangan.

Untuk saham yang melemah pada perdagangan 1 September 2026, PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) mengalami penurunan harga hingga 13,9% menjadi Rp142, sementara saham lain seperti PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) dan PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) juga turun signifikan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed