Ilmuwan Temukan Dua Gunung Raksasa Tersembunyi di Dalam Mantel Bumi

Smallest Font
Largest Font

Penelitian ilmiah mengungkapkan keberadaan dua struktur raksasa menyerupai gunung yang tersembunyi jauh di bawah permukaan bumi. Kedalaman lokasi kedua struktur ini mencapai 2.000 kilometer, yang setara dengan lima kali lipat jarak Stasiun Luar Angkasa Internasional dari bumi.

Pengamatan seismik terhadap area proyeksi inti bumi menunjukkan dinamika pergerakan yang terus berlangsung secara aktif. Struktur raksasa tersebut menjorok ke lapisan mantel bawah dengan ketinggian yang jauh melampaui Gunung Everest.

Ketinggian pegunungan bawah tanah ini bahkan melewati puncak Olympus Mons di planet Mars. Seperti dilansir dari Detikcom, dua raksasa di bawah permukaan bumi ini masing-masing diberi nama Tuzo dan Jason, yang diambil dari nama ahli geologi Tuzo Wilson dan W Jason Morgan.

Lokasi kedua struktur raksasa ini terdeteksi berada di bawah Benua Afrika dan Samudera Pasifik. Struktur yang membentang di bawah Samudera Pasifik memiliki lebar sekitar 3.000 kilometer, yang hampir setara dengan lebar Bulan.

Secara teknis geologi, area ini dikategorikan sebagai large low-velocity provinces (LLVPs). Karakteristik utamanya adalah kemampuan untuk memperlambat laju gelombang seismik yang melintasinya.

"Tidak ada yang tahu apakah [LLVP] hanya fenomena sementara, atau apakah fenomena itu telah ada selama jutaan, bahkan mungkin miliaran, tahun," kata Profesor Arwen Deuss, seorang ahli seismologi di Universitas Utrecht di Belanda.

Para peneliti menjelaskan bahwa area di sekitar dua struktur tersebut dikelilingi oleh sisa-sisa lempeng bumi. Pergeseran lempeng akibat proses subduksi memicu gempa bumi dan meruntuhkan material lempengan ke area bawah.

Kawasan tempat berkumpulnya runtuhan ini kemudian disebut oleh para ilmuwan sebagai kuburan lempeng. Area tersebut mendiami ruang di sekitar struktur Tuzo dan Jason pada mantel bumi.

Hasil analisis seismolog menunjukkan bahwa material di dasar laut mulai tenggelam ke mantel bumi sekitar 250 juta tahun lalu. Peristiwa ini bertepatan dengan era kemunculan dinosaurus awal saat seluruh daratan bumi masih menyatu.

Riset berlanjut menggunakan pencitraan seismograf resolusi tinggi yang merekam jejak subduksi lempeng tektonik di wilayah Pasifik Barat. Temuan tersebut mengonfirmasi adanya pergerakan di lokasi yang sebelumnya belum pernah tercatat memiliki aktivitas tektonik.

"Dengan alat seismograf yang baru, memiliki resolusi tinggi, kita selalu dapat melihat macam-macam hal yang abnormal. Namun, kita tidak tahu pasti apa itu," tutur Thomas Schouten dari ETH Zurich Geological Institute.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed