Indonesia Percepat Penyelesaian Perjanjian Dagang I-GCC FTA Akhir 2026

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Indonesia menargetkan penyelesaian perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) melalui Indonesia-Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement (I-GCC FTA) pada akhir 2026. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan negosiasi terus dipercepat untuk mencapai kesepakatan sebelum tutup tahun.

dilansir dari Detik Finance, Budi Santoso menegaskan harapan penyelesaian dokumen perjanjian pada Oktober atau November 2026 saat ditemui di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

"GCC ya, Timur Tengah, akhir tahun ini. Akhir tahun ini mudah-mudahan sudah selesai," ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan.

"Oktober atau November lah kurang lebih ya, GCC, Timur Tengah," tegasnya.

Perundingan I-GCC FTA dimulai sejak akhir Juli 2024, ditandai dengan penandatanganan Joint Statement on The Launching of The Negotiation on The Free Trade Agreement di Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (31/7/2024).

Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) sebelumnya sepakat mempercepat perjanjian ini dalam pertemuan di Istana Al-Salam, Jeddah. Kesepakatan tersebut merujuk pada hasil positif negosiasi yang diselenggarakan pada September 2024 dan Februari 2025.

"Mereka menyambut baik hasil positif dari negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas antara negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk dan Republik Indonesia, dan menyampaikan harapan untuk menyelesaikan perjanjian tersebut dalam waktu dekat," bunyi pernyataan bersama, dikutip Kamis (3/7/2025).

GCC terdiri dari enam negara: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed