Inovasi AirPods Milik Apple Genap Berusia Satu Dekade
Inovasi audio nirkabel AirPods milik raksasa teknologi Apple genap berusia 10 tahun sejak diluncurkan pertama kali pada 7 September 2016. Peluncuran perangkat true wireless stereo tersebut dilakukan berbarengan dengan penghilangan port audio 3,5 mm pada iPhone 7, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Pengamat dan penggemar Apple, Bagus Hernawan, menilai bahwa langkah strategis yang diambil Apple satu dekade lalu telah mengubah peta industri audio digital secara signifikan.
"AirPods 10 tahun sudah mengubah landscape. Sejak AirPods dikenalkan, Apple juga sekaligus membunuh port jack audio 3,5 mm di perangkat iPhone. Mau tidak mau pengguna iPhone harus mencari alternatif untuk menghubungkan perangkat audio," ujar Bagus.
Keputusan tersebut memaksa pengguna memilih alternatif audio nirkabel atau konverter adaptor. Kehadiran AirPods kemudian tumbuh menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi perusahaan Cupertino tersebut.
"Pada laporan keuangan terbaru Apple, kategori ini menghasilkan pendapatan USD 7,883 miliar, bahkan lebih tinggi dibandingkan pendapatan iPad pada periode yang sama," ungkap Bagus.
Di sisi lain, kreator konten teknologi Fransisco A Scesko menyoroti bagaimana Apple mampu mengemas teknologi TWS menjadi sangat praktis bagi konsumen awam dibanding kompetitor pendahulunya.
"Yang membuat AirPods berbeda adalah bagaimana Apple membawa pengalaman menggunakan TWS menjadi jauh lebih seamless dan tidak ribet," katanya.
Kemudahan proses pemaduan perangkat serta ketahanan baterai menjadi kunci utama kepraktisan pengoperasian earphone nirkabel ini dalam penggunaan harian.
"Pairing-nya super gampang. Begitu case dibuka, Apple device langsung mengenali untuk connect. Ditambah battery life yang cukup bisa diandalkan dan charging case yang bikin earbuds selalu ready dipakai," ujar Frans.
Meski awal kemunculannya sempat mendapat kritik karena bentuk tangkainya yang dianggap tidak biasa, AirPods perlahan bertransformasi menjadi standar baru desain TWS di pasaran.
"Waktu pertama keluar, desain AirPods dengan stem panjang jujur agak unik dan tidak biasa. Tapi setelah AirPods makin populer, desain seperti ini akhirnya banyak digunakan TWS lain," kata Fransisco.
Elemen estetika minimalis serta balutan warna putih khas juga turut mendongkrak popularitas perangkat audio ini di ranah sosial.
"Banyak orang mulai menggunakan AirPods di tempat umum. TWS simpel dengan warna putih, minimalis dan eye catching. Jadi semacam status sosial dan gengsi," ujarnya.
Fitur AirPods pun terus berkembang mencakup Active Noise Cancellation, Spatial Audio, hingga pemantauan kesehatan pendengaran pengguna.
"Ada hearing assistance yang memungkinkan AirPods membantu orang dengan gangguan pendengaran tertentu. Kita juga bisa melakukan hearing test langsung menggunakan AirPods," kata Fransisco.
Selain peningkatan fitur personal, fleksibilitas konektivitas antarperangkat juga menjadi daya tarik utama bagi para penggunanya.
"Ada Audio Sharing yang memungkinkan dua AirPods atau Beats terhubung ke satu iPhone secara bersamaan, dengan pengaturan volume dan ANC masing-masing," kata Bagus.
Meskipun kompetisi pasar TWS global kini makin ketat dan matang, posisi AirPods dinilai tetap relevan sebagai penentu arah tren industri.
"Industri TWS sekarang sudah jauh lebih besar dan matang. Bahkan produk kompetitor juga banyak yang sudah lebih inovatif," pungkasnya.
Apple dirumorkan sedang menyiapkan varian AirPods terbaru dengan tambahan sensor inframerah atau kamera yang berpeluang diperkenalkan pada acara resmi Apple tanggal 9 September 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow