Pemerintah Siapkan Insentif 1 Juta Kendaraan Listrik Nasional

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah menyiapkan insentif untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dengan target mencapai sekitar 1 juta unit, terdiri dari 500 ribu motor listrik dan 500 ribu mobil listrik. Stimulus ini difokuskan pada produk yang memberikan nilai tambah tinggi dan merupakan bagian dari program kendaraan listrik nasional.

Insentif tersebut masih dalam tahap pembahasan antarkementerian teknis, namun anggarannya telah disiapkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan stimulus ini akan mendukung pengembangan kapasitas produksi dalam negeri dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Stimulus EV nanti kita akan monitor karena rencana kan ada rencana pembangunan atau pembuatan motor listrik nasional. Ini masih dalam pembahasan antar kementerian teknis," ujar Airlangga di Jakarta.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik turut menjadi perhatian pemerintah, khususnya pada komponen baterai yang menyumbang sekitar 60 persen dari biaya produksi. Skema baterai yang akan digunakan masih dipertimbangkan, termasuk sistem penukaran baterai (battery swap) ataupun baterai yang terintegrasi.

"Tinggal skemanya apakah skema baterai swap atau itu menjadi bagian dari integrasi dari motor. Anggarannya kemarin sudah disiapkan tergantung nanti dari rencana penyerapan," kata Airlangga.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa insentif akan menjangkau total 1 juta unit kendaraan listrik, jauh lebih besar dari rencana awal yang hanya 200 ribu unit. Ia menyebutkan stimulus tersebut akan diumumkan Presiden dalam dua atau tiga minggu ke depan.

"Saya rasa dalam dua atau tiga pekan ke depan Presiden akan meluncurkan stimulus baru untuk kendaraan listrik, termasuk untuk 500 ribu sepeda motor listrik dan juga mobil listrik," ujar Purbaya di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Menurut Purbaya, insentif tersebut kemungkinan berupa pajak pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah (PPN DTP) dan akan ada perlakuan berbeda antara baterai berbasis nikel dan lithium. Namun, detail insentif masih dalam tahap pembahasan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa insentif kendaraan listrik akan diprioritaskan untuk produk yang memberikan nilai tambah tinggi dan masuk kategori mobil dan motor nasional (Molinas).

"Insentif yang akan kita berikan itu basisnya adalah mobil-mobil yang dikategorikan mobil nasional. Juga motor-motor yang dikategorikan motor nasional, ada program Molinas," ujar Agus.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pengembangan industri otomotif dalam negeri sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed