Menteri Keuangan Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Terbit Tahun Ini

Smallest Font
Largest Font

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan insentif kendaraan listrik akan diterbitkan tahun 2026 karena anggarannya sudah disiapkan, kata dia saat berkunjung ke kantor detikcom di Jakarta Selatan.

Dia mengaku akan mematangkan aturan terkait insentif bersama Kementerian Perindustrian, meski detail pelaksanaan belum diketahui secara pasti.

"Saya mau ketemu Pak Menteri Perindustrian lagi. Kan, udah keluar waktu pidato Presiden (Prabowo). Cuman saya belum tahu pelaksanaannya, seperti apa detailnya," ujar Purbaya kepada detikOto, Selasa (8/9).

Purbaya menegaskan insentif tidak hanya untuk mobil listrik, tetapi juga motor listrik, dengan anggaran yang sudah disiapkan.

"Yang ada kan motor listrik, nanti mobil listrik masih dihitung lagi. Detailnya belum tahu, tapi dananya udah disiapin," katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan pemerintah masih membahas insentif kendaraan listrik bersama berbagai pemangku kepentingan.

"Intinya harus ada Perpres yang menaungi, untuk insentifnya. Kemarin keputusannya perlu Perpres," kata Eniya, dilansir dari Antaranews.

Eniya menjelaskan pembahasan bersama Sekretariat Negara, pengembang, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan yang tergabung dalam Satuan Tugas Transisi Energi masih berlangsung.

Dia menambahkan Perpres Nomor 79 Tahun 2023, pengganti Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), belum mencantumkan ketentuan insentif sehingga perlu perubahan.

"Karena regulasi yang selama ini tidak menyebutkan insentif, Perpres 55 yang kemudian direvisi menjadi 79. Nah, ini nanti kita adakan perubahan lagi," ujarnya.

Keputusan sementara pemerintah adalah merancang Perpres sebagai payung hukum untuk insentif motor listrik, dan konsep insentif masih dibahas dengan berbagai pihak terkait.

"Insentifnya, konsepnya seperti apa? Sedang kita bahas dengan berbagai stakeholder," kata Eniya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed