Investor Mulai Cari Titik Balik Pasar Saham Indonesia
Investor mulai melirik peluang di pasar saham Indonesia setelah kinerja pasar yang tertinggal sepanjang tahun berjalan, meskipun eksposur mereka terhadap aset Indonesia masih rendah, kata analis Bahana Sekuritas Raja Abdalla. Dalam pertemuan dengan sejumlah investor di Daiwa ASEAN Conference di Singapura, Raja menyebutkan perubahan persepsi yang mulai menggeser fokus dari risiko penurunan ke pencarian katalis yang dapat menjadi titik balik pasar. "Setelah kinerja yang tertinggal sepanjang tahun berjalan, investor semakin mempertanyakan apakah pasar sudah memperhitungkan sebagian besar kabar buruk dan, yang lebih penting, apa yang dapat menjadi titik balik," ujar Raja.
Raja menambahkan, perubahan persepsi tersebut belum sepenuhnya terlihat dalam peningkatan eksposur investor terhadap Indonesia, tetapi investor mulai memperhatikan potensi katalis positif di pasar.
Investor tidak harus menunggu pemulihan penuh ekonomi dan pasar untuk kembali masuk ke Indonesia, melainkan cukup melihat tanda-tanda stabilisasi pada sejumlah ketidakpastian utama, seperti prospek makroekonomi dan arah kebijakan pemerintah. "Investor tampaknya lebih berfokus pada arah perubahan dibandingkan besarnya perbaikan," kata Raja.
Dengan posisi investor asing yang masih relatif rendah, stabilisasi dianggap sudah cukup untuk mendorong peningkatan eksposur bertahap ke pasar Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, investor juga menyoroti dinamika makroekonomi dan kebijakan, termasuk prospek fiskal Indonesia untuk 2027, tekanan terhadap rupiah, serta dampak transisi Gubernur Bank Indonesia terhadap kebijakan moneter.
Perkembangan terkait fasilitasi ekspor komoditas utama pemerintah melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia menjadi perhatian investor, selain status Indonesia di MSCI Emerging Markets dan reformasi pasar modal. Raja menilai kejelasan dan konsistensi kebijakan menjadi kunci agar investor merasa nyaman meningkatkan eksposur terhadap Indonesia. Dari sisi sektoral, investor mulai tertarik pada saham komoditas dan konsumer dengan alasan berbeda. Fundamental sektor komoditas yang kuat tertutup ketidakpastian regulasi kini mulai mereda, sehingga dapat memulihkan kepercayaan investor.
Sementara itu, saham konsumer yang valuasinya turun cukup dalam mulai dipertanyakan apakah ekspektasi pasar sudah terlalu rendah.
Perbaikan fundamental pada sektor konsumer mulai terlihat, meski investor masih mempertanyakan keberlanjutannya. "Secara keseluruhan, kami melihat investor kembali mengevaluasi kedua sektor tersebut karena profil risiko dan imbal hasilnya mulai terlihat lebih seimbang," ujar Raja.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow