ISW Catat Kemajuan Militer Rusia di Ukraina Hanya 37 Persegi Km
Laporan Institute for the Study of War (ISW) mendapati pasukan Rusia hanya berhasil menguasai wilayah seluas 37,85 kilometer persegi di Ukraina sepanjang Juli 2026. Capaian minimalis dalam serangan musim semi dan panas tersebut harus dibayar dengan tingkat korban jiwa tertinggi sepanjang tahun ini.
Laju kemajuan harian tentara Moskow tercatat rata-rata 1,22 kilometer persegi per hari. Angka ini relatif tidak berubah sejak Februari 2026, atau sebelum operasi ofensif skala besar diluncurkan pada pertengahan Maret lalu.
Jika memperhitungkan wilayah infiltrasi, total area yang dimasuki pasukan Rusia mencapai 121,56 kilometer persegi. Capaian tersebut masih sangat jauh di bawah perolehan Juli 2025 yang mencatatkan penguasaan lahan seluas 455,74 kilometer persegi.
Serangan balasan berkelanjutan, gempuran jarak menengah, serta dominasi drone militer Ukraina menjadi faktor utama penghambat pergerakan kendaraan mekanis Rusia. Meski sempat melancarkan beberapa serangan mekanis di area terisolasi, pihak Kremlin gagal meraih keuntungan operasional yang signifikan.
Analis ISW menilai militer Rusia telah bertahun-tahun dioptimalkan untuk perang posisi alih-alih perang manuver. Namun, adaptasi taktis Ukraina di lapangan berhasil memperlambat pergerakan musuh secara substansial dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan tentara Rusia menderita 42,860 korban jiwa pada Juli 2026, rekor bulanan tertinggi sejak invasi dimulai. Jumlah ini melonjak tajam dibanding angka 26.090 korban pada Februari 2026.
Statistik ISW menunjukkan Rusia mengorbankan rata-rata 353 prajurit untuk setiap kilometer persegi wilayah yang direbut atau disusupi pada Juli lalu. Angka tersebut melonjak menjadi 1.132 korban jiwa per kilometer persegi untuk wilayah yang benar-benar berhasil dikuasai.
Guna menutupi lambatnya laju pasukan, Kementerian Pertahanan Rusia dan kantor berita TASS meluncurkan klaim narasi kemenangan. Pihak Kremlin mengklaim pasukannya bergerak hingga 18,49 kilometer persegi per hari, angka yang oleh ISW disebut masih secepat jalan kaki.
Kampanye perang kognitif tersebut dirancang untuk meyakinkan publik Rusia dan negara Barat bahwa garis pertahanan Ukraina telah runtuh. Selain itu, Moskow berusaha membenarkan besarnya beban ekonomi dan tingginya korban jiwa di kalangan warga domestik.
Di samping rekor korban jiwa, Rusia meluncurkan 376 rudal sepanjang Juli 2026, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 288 rudal pada Februari. Penggunaan rudal yang melebihi kapasitas produksi bulanan memaksa Rusia menguras stok sistem S-400 dan rudal Zirkon.
Pemerintah Ukraina melaporkan Rusia meningkatkan intensitas serangan drone dan bom luncur ke infrastruktur sipil, pusat logistik, serta fasilitas energi. Di Odesa, gempuran rudal merusak apartemen bertingkat dan melukai tiga warga, sementara serangan di Dnipropetrovsk menghantam minibus sipil dan melukai sedikitnya tujuh orang.
Gempuran balistik lanjutan pada malam 31 Juli hingga 1 Agustus juga menyasar Kyiv, menewaskan sembilan orang dan melukai 33 lainnya. Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko mengonfirmasi serangan udara menghancurkan lima ambulans dan merusak fasilitas transportasi medis darurat.
Pasukan Ukraina merespons situasi tersebut dengan terus melanjutkan serangan jarak jauh yang membidik infrastruktur minyak dan bahan bakar di dalam wilayah Rusia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow