Iva Jovic Tantang Naomi Osaka di Babak Ketiga Prancis Terbuka 2026
Petenis muda Amerika Serikat Iva Jovic dijadwalkan menghadapi unggulan ke-16 asal Jepang Naomi Osaka pada pertandingan babak ketiga turnamen Grand Slam Prancis Terbuka di Stade Roland-Garros, Paris, pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Pertemuan perdana kedua pemain ini tercipta setelah Jovic menundukkan unggulan Emma Navarro dengan skor 6-0, 6-3, sedangkan Osaka melaju usai menyisihkan Donna Vekic lewat kemenangan dua set langsung.
Jovic yang baru berusia 18 tahun dan menempati peringkat 17 dunia kini berhasil menembus babak ketiga Prancis Terbuka untuk pertama kali sepanjang kariernya setelah mencatatkan rekor 3-3 di lapangan tanah liat Eropa musim ini.
Dilansir dari ESPN, Jovic mengaku masih terus beradaptasi dengan dinamika tur profesional karena baginya olahraga tenis kerap kali sulit dicerna secara logika.
"I'm a pretty logical person and I like to think things through and make sense of everything, and tennis just flat out doesn't make sense in a lot of ways," ujar Iva Jovic, Petenis Amerika Serikat.
Jovic menjelaskan bahwa dirinya terkadang terlalu banyak menganalisis penyebab kekalahan atau kesalahan di lapangan sehingga ia kini mencoba mengadopsi mentalitas yang lebih sederhana demi menjaga ketenangan pikirannya.
"So that's where I get wrapped up sometimes, like, 'Oh my God, why did I do that? Why did this happen? How did I lose this match?' But then I'll go and beat this person who's supposedly ranked higher or whatever," kata Iva Jovic, Petenis Amerika Serikat.
Jovic juga menambahkan bahwa jadwal tur yang sangat padat membuat batas antara kompetisi dan kehidupan pribadi menjadi bias, sehingga menjalin pertemanan erat dengan sesama pemain di luar lapangan sangat penting agar tidak merasa kesepian.
"So I've definitely tried to adopt a little bit of that mentality where you almost like dumb yourself down for the purposes of your sanity, instead of kind of over-analyzing, which is something I like to do. I'm just trying to do that more," tutur Iva Jovic, Petenis Amerika Serikat.
Petenis peringkat 17 dunia tersebut bersyukur dikelilingi oleh kelompok pemain muda berbakat seperti Alexandra Eala, Eva Lys, dan Zeynep Sonmez yang kerap menghabiskan waktu bersama di luar turnamen.
"Our off season is practically not existent, right?" ucap Iva Jovic, Petenis Amerika Serikat.
Meskipun mereka berteman dekat, Jovic sempat mengalahkan Alexandra Eala di babak pertama Prancis Terbuka tahun ini dengan skor 6-4, 6-2 sebelum akhirnya saling berpelukan hangat di net setelah laga usai.
"We're just going all the time. Before, I always wanted to separate tennis and the competition and then real life over here, but now you have to find a way for them to coexist because otherwise you have no time for real life ..." sebut Iva Jovic, Petenis Amerika Serikat.
Di media sosial, Jovic sempat mengunggah momen pelukan tersebut dengan takarir yang menyatakan bahwa dirinya berharap laga hari itu bisa menghasilkan dua orang pemenang.
"Obviously the players on tour are competitors, but they're also the people that you see every single day, so if you're not going to be friends with at least a couple of them, I mean, it's going to be quite lonely. You have to find a way to make the tennis world and the people in it your part of your personal life too, because otherwise I think you just go crazy." tegas Iva Jovic, Petenis Amerika Serikat.
Di sisi lain, petenis Jerman Eva Lys membenarkan keakraban kelompok tersebut dan menyatakan di Tennis Channel bahwa hubungan mereka sangat nyata di kehidupan sehari-hari, bukan sekadar untuk konsumsi media sosial.
"That's definitely not just for social media," ungkap Eva Lys, Petenis Jerman.
Lys menegaskan bahwa status sebagai rival di lapangan tidak menghalangi mereka untuk berteman dekat, dan setiap pemain tetap berkomitmen memberikan performa terbaik saat saling berhadapan.
"We actually had a great time and we also are almost in contact every day, sending each other memes, just laughing about everything that's happening on tour." ujar Eva Lys, Petenis Jerman.
Menurut analisis dari Last Word on Sports, pertandingan babak ketiga ini akan menjadi ujian terberat bagi Osaka di Roland-Garros musim ini mengingat Jovic memiliki keunggulan dalam pergerakan dan pukulan topspin berat yang cocok untuk karakter lapangan tanah liat.
"I feel like everyone should do whatever they feel good with, and if they're like, "Hey, if I'm getting too close to someone and I play with them, I'm not going to play my best,' then don't do it," kata Eva Lys, Petenis Jerman.
Pertandingan antara Naomi Osaka dan Iva Jovic dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian delapan pertandingan tunggal putri pada hari ketujuh turnamen yang akan menentukan tempat di babak 16 besar.
"But I feel like for us, it's not a secret that we're competitors. It's not a secret that whenever I go out and play Alex or Iva or Zeynep, I want to win. They want to win. And I don't know, if something private I shared [at] a dinner is making them play better against me, well then I got to step up my game." pungkas Eva Lys, Petenis Jerman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow