Naomi Osaka Pamerkan Busana Couture Menjelang Babak Ketiga Prancis Terbuka

Smallest Font
Largest Font

Petenis asal Jepang Naomi Osaka mencuri perhatian publik di turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2026 di Paris melalui penampilan busana kustom bertema couture yang ramah lingkungan sebelum memastikan langkahnya ke babak ketiga.

Mantan petenis nomor satu dunia itu melaju ke babak ketiga setelah menumbangkan Laura Siegemund 6-3, 7-6 (3) pada Selasa (26/5/2026) dan mengalahkan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 Donna Vekic 7-6 (1), 6-4 pada Kamis (28/5/2026).

Dalam pertandingan pembuka melawan Siegemund di Stade Roland Garros, Osaka memasuki lapangan mengenakan luaran korset hitam dengan manik-manik rumit dan rok maxi transparan berlipit rancangan desainer Swiss, Kevin Germanier. Di balik luaran tersebut, ia mengenakan gaun tenis tanpa lengan model peplum berwarna emas dari Nike yang dipenuhi payet berkilau.

"Lucunya, kalian tahu kan bagaimana Menara Eiffel saat malam ketika lampunya berkilau? Saya merasa penampilan saya sedikit mirip seperti itu," ujar Naomi Osaka, Petenis Jepang.

Petenis peringkat 16 dunia tersebut mengaku sempat khawatir pakaiannya yang mencolok akan memantulkan cahaya matahari terlalu kuat sehingga mengganggu jalannya pertandingan di lapangan.

"Saya sempat takut wasit akan meminta saya keluar dari lapangan karena gaun ini memantulkan cahaya...." kata Naomi Osaka, Petenis Jepang.

Germanier merancang busana tersebut menggunakan material dari pakaian lama Osaka untuk memadukan unsur olahraga dan adibusana setelah penampilan sang petenis di MET Gala awal Mei 2026. Osaka menjelaskan bahwa dirinya sengaja mengeksplorasi fashion sebagai medium berekspresi sekaligus strategi menghibur penonton.

"Ini sangat couture. Anda tahu Menara Eiffel saat malam hari yang berkilau, saya merasa sedikit seperti itu," kata Naomi Osaka, Petenis Jepang.

Setelah lolos dari babak pertama, Osaka kembali mengenakan busana kustom ramah lingkungan berwarna perunggu dan emas hasil kolaborasi dengan Germanier saat menghadapi Donna Vekic di Court Simonne-Mathieu. Pakaian olahraga yang memanfaatkan potongan kain bekas Nike ini dilengkapi ekor kain tule bervolume warna krem yang menyerupai gaya busana abad ke-19.

"Atlet juga bagian dari bisnis hiburan. Momen masuk ke lapangan Grand Slam adalah satu-satunya saat saya merasa seperti entertainer," tutur Naomi Osaka, Petenis Jepang.

Gaya dramatis ini sengaja dipilih oleh Osaka untuk menunjukkan kepribadiannya di hadapan publik penonton turnamen Grand Slam.

"Saya tidak banyak bicara, jadi saya berbicara lewat pakaian. Saya cukup dramatis soal gaya," tutur Naomi Osaka, Petenis Jepang.

Saat berada di lapangan, Osaka melepas jaket serta ekor kain tule tersebut sebelum melakukan pemanasan. Ia menjelaskan bahwa inspirasi gaun keduanya ini terinspirasi dari volume pakaian era historis.

"The inspo was, I don’t want to say Victorian, but you know the ladies that have the dresses with the poof in the background?" kata Naomi Osaka, Petenis Jepang.

Ia pun mengakui keterbatasannya dalam mengingat istilah mode yang tepat untuk menyebut bagian belakang gaun bervolume tersebut.

"It's so terrible of me to not know the correct term of that." ujar Naomi Osaka, Petenis Jepang.

Penampilan inovatif Osaka di lapangan tanah liat Roland Garros ini menuai pujian dari petenis tunggal putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, setelah memenangkan laga babak pertamanya.

"This is sparkling. I love it. I love that she’s expressing herself. She should feel confident. That’s the beauty of the fashion world. There’s space for anything. I love that she’s bringing it on court. I love to see fashion on court," kata Aryna Sabalenka, Petenis Tunggal Putri.

Sabalenka menambahkan bahwa dirinya tertarik untuk menampilkan pernyataan mode yang keren saat memasuki lapangan di masa depan dengan gaya yang berbeda.

"I think we have a different style, but one day I will for sure come up with something cool and make a cool entrance on the court. I feel like I’d go with something more classy, something less but more," tambah Aryna Sabalenka, Petenis Tunggal Putri.

Kini, fokus Osaka beralih ke urusan teknis lapangan menjelang pertemuan perdana dengan petenis remaja asal Amerika Serikat, Iva Jovic, di babak ketiga Prancis Terbuka 2026.

"Honestly, I don’t know much about her. I’ve seen her play a little bit in passing, but I haven’t sat down and watched a full match. But I’m really impressed by her. She’s gotten here very quickly - although obviously it’s been years of hard work for her," kata Naomi Osaka, Unggulan ke-16 Prancis Terbuka.

Jovic yang berusia 18 tahun melaju setelah menumbangkan Alexandra Eala dan Emma Navarro. Kemenangan atas Jovic menjadi momentum penting karena akan membawa Osaka ke babak 16 besar Prancis Terbuka untuk pertama kali dalam kariernya.

"I watched a little of her match against Jasmine Paolini at the Australian Open and she’s really, really good. I’m excited for the match because we’ve actually had a lot of chances to play each other before, but either she would lose in that round or I would lose in that round, so we never officially met. It’s cool that it’s finally happening here," tutur Naomi Osaka, Unggulan ke-16 Prancis Terbuka.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed