Jardine Foundation Gandeng UGM Buka Beasiswa Pascasarjana Fokus Isu SDGs
Jardine Foundation, yayasan pendidikan dari perusahaan investasi Jardine Matheson, mulai tahun akademik 2026/2027 bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membuka program beasiswa pascasarjana bagi mahasiswa baru.
Kerja sama ini menyediakan 20 beasiswa magister dan 20 beasiswa doktor yang mencakup biaya studi serta biaya hidup. Rencana pengembangan beasiswa juga ditujukan untuk perguruan tinggi lain di Indonesia.
Seleksi penerima beasiswa di UGM kini tengah berjalan, termasuk proses wawancara. Calon penerima dapat memilih bidang studi yang berfokus pada isu pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs).
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, MMedEd, SpOG(K), PhD menjelaskan bahwa bidang studi terkait SDGs sangat luas, mencakup topik seperti gender dan isu sosial lainnya yang termasuk dalam cakupan SDGs.
"Riset yang akan didukung beasiswa ini khusus membahas tema SDGs," tutur Ova Emilia. Ia menambahkan bahwa fokus penelitian ini menjadi alasan utama dalam proses wawancara dan saat menjalani studi.
Beasiswa Jardine diharapkan dapat memberdayakan mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata terkait isu SDGs selama dan setelah masa studi mereka.
"Nilai tambah dari beasiswa ini adalah dampak yang dihasilkan mulai dari masa studi hingga setelah lulus, di mana penerima beasiswa memahami peran mereka dalam mengatasi isu-isu terkait," kata Ova Emilia.
UGM juga menetapkan beberapa bidang prioritas yang diharapkan sejalan dengan fokus beasiswa ini, antara lain perubahan iklim, kesehatan, dan pertanian.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyampaikan bahwa pertimbangan penilaian meliputi tujuan studi, dampak yang diharapkan dari penerima beasiswa, serta tanggung jawab sosial yang akan dijalankan setelah menerima beasiswa.
"Nilai yang ingin kami tanamkan adalah bahwa penerima beasiswa memiliki tanggung jawab sosial dan diharapkan dapat memberikan manfaat kembali kepada generasi muda berikutnya," ujar Danang Sri Hadmoko.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, menambahkan bahwa penerima beasiswa juga akan mendapat pembekalan soft skill. Mahasiswa didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan yang diakui oleh kampus, baik di bidang pengabdian masyarakat, prestasi, maupun riset.
"Kami memberikan rekognisi terhadap kegiatan ekstrakurikuler serta aktivitas lainnya yang mendorong mahasiswa untuk berkembang secara holistik," kata Hempri Suyatna.
Program beasiswa ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow