Jerman Tegaskan Rusia Bertanggung Jawab Atas Serangan Drohn Leipzig
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengonfirmasi bahwa pemerintah Jerman secara resmi menuduh Rusia berada di balik serangan drone yang menyasar pesawat kargo Ukraina di Bandara Leipzig/Halle pada awal Agustus 2026. Penegasan tersebut disampaikan Merz pada Sabtu, 5 September 2026, dalam acara partai CDU di Langenhagen dekat Hannover.
Penyelidikan mendalam membutuhkan waktu sekitar empat minggu sebelum pemerintah mengumumkan tuduhan resmi secara terbuka. Langkah tegas ini diambil untuk memberikan peringatan keras kepada Moskow atas aktivitas perintisan serangan di wilayah kedaulatan Jerman.
"Atribusi ini sangat jelas, tidak dapat disangkal, dan sah secara hukum," kata Friedrich Merz, Ketua CDU.
Merz menilai tuduhan bahwa pemerintah harus menghentikan dukungan ke Ukraina sebagai tindakan yang keliru. Sikap bertahan dan konsisten dinilai sangat vital dalam menghadapi eskalasi konflik hibrida saat ini.
"Ini adalah perpecahan yang dalam," ujar Friedrich Merz, Ketua CDU.
Menteri Luar Negeri Johann Wadephul dan Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt juga telah memverifikasi keterlibatan Rusia. Langkah pengumuman ini mendapat dukungan penuh dari koalisi pemerintahan Union dan SPD tanpa memicu perpecahan politik internal.
"Adalah hal yang benar untuk mengatribusikan serangan itu secara jelas dan cepat kepada pelakunya, Rusia. Kerjasama antara Union dan SPD berlangsung baik," kata Siemtje Möller, Politisi Luar Negeri Fraksi SPD.
Pemerintah Jerman menyadari bahwa keraguan atau penundaan pengumuman akan dianggap sebagai bentuk kelemahan oleh Moskow. Selain itu, kehati-hatian diplomasi tetap dijaga agar reaksi Jerman tidak dimanfaatkan oleh propaganda lawan.
"Jerman dalam reaksinya tidak boleh memberikan kesan ikut serta dalam eskalasi," ujar Siemtje Möller, Politisi Luar Negeri Fraksi SPD.
Menurut Möller, penetapan sikap yang terukur mencegah munculnya narasi keliru dari oposisi atau propaganda asing.
"Mereka berada pada nada yang tepat," kata Siemtje Möller, Politisi Luar Negeri Fraksi SPD.
Juru bicara urusan luar negeri fraksi Union, Jürgen Hardt, menjelaskan bahwa bukti tak langsung atau rangkaian fakta yang logis sudah memadai untuk menuduh pelaku serangan. Pengambilan sampel bahan peledak dan kandungan air di lokasi dapat mengidentifikasi asal bahan pembakar secara presisi tanpa perlu pengakuan langsung.
Pakar hukum internasional dari Universitas Köln, Claus Kreß, menunjuk pada keputusan Dewan Uni Eropa Juni 2022 yang mengizinkan penggunaan informasi dari segala sumber, termasuk intelijen, untuk atribusi serangan hibrida tanpa kewajiban membeberkan seluruh bukti ke publik.
Sebagai respons nyata, Berlin menutup Konsulat Jenderal Rusia di Bonn serta Rumah Rusia di Berlin yang disinyalir menjadi tempat penyamaran agen. Selain itu, pembatasan visa masuk bagi warga Rusia dan tindakan ketat terhadap armada kapal tanker bayangan pengekspor minyak Rusia mulai diberlakukan.
"Kami meningkatkan tekanan pada armada bayangan Rusia," kata Johann Wadephul, Menteri Luar Negeri Jerman.
Langkah pengetatan terhadap armada minyak bayangan membidik penerimaan utama Moskow, yang sebelumnya berhasil dikurangi hingga 176 miliar euro sejak 2022 akibat pembatasan harga minyak oleh koalisi Barat.
Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin turut menegaskan bahwa insiden di Leipzig dan serangkaian perusakan kabel bawah laut di Laut Baltik merupakan bentuk serangan langsung Rusia terhadap Eropa yang harus disikapi serius dalam realitas geopolitik baru.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow