Julian Oerip Isyaratkan Gabung Timnas Indonesia dan Emil Audero di Como
Gelandang muda klub Eredivisie AZ Alkmaar, Julian Oerip, memberi sinyal kuat untuk menjalani proses naturalisasi demi memperkuat Timnas Indonesia pada 24 Agustus 2026. Perkembangan ini bertepatan dengan kepastian masa depan kiper Emil Audero yang resmi masuk skuad Como 1907 untuk musim 2026/2027.
Oerip yang berusia 19 tahun mengunggah foto atribut bendera Indonesia di sepatunya dan sempat terlihat mengenakan jersey Timnas Indonesia bersama mantan pemain Liga 1 Sylvano Comvalius. Pemain kelahiran Alkmaar pada 26 Oktober 2006 tersebut memiliki darah keturunan dari kakek dan ayahnya, Arthur Oerip, yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur.
Karier Oerip di Belanda tercatat cukup impresif setelah diperpanjang kontraknya oleh AZ Alkmaar hingga 2029. Ia menjadi kapten Jong AZ di Eerste Divisie musim 2025/2026 dengan mencetak satu gol spektakuler saat menang 5-2 atas De Graafschap, serta mengemas empat assist dari 16 laga setelah pulih dari cedera panjang. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini juga pernah dipanggil memperkuat Timnas Belanda kelompok usia U-16 hingga U-19.
Staf Khusus Kemenkumham, Nur Korompot, mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah menyiapkan dua nama calon pemain naturalisasi baru dari Jerman dan Belanda setelah merampungkan proses Luke Vickery dan Mitchell Baker.
Di sisi lain, Emil Audero dipastikan mengakhiri spekulasi transfer ke Juventus atau Monza setelah dipercaya pelatih Cesc Fabregas mengenakan nomor punggung 12 di Como 1907. Musim lalu, kiper berusia 29 tahun itu mencatatkan 123 penyelamatan bersama Cremonese, yang merupakan rekor tertinggi di Serie A meski gagal menyelamatkan timnya dari degradasi.
Kebijakan penambahan pemain keturunan ini merupakan langkah strategis PSSI untuk memperdalam kedalaman skuad Garuda dalam menghadapi jadwal kompetisi yang padat serta potensi badai cedera.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa penambahan pemain diaspora dilakukan demi membangun kekuatan tim yang solid di level internasional.
"Program naturalisasi bukan sekadar proyek obral paspor," kata Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.
Ia menekankan bahwa Indonesia membutuhkan kedalaman skuad hingga dua atau tiga lapis agar tidak bergantung pada 11 pemain utama saja.
"Jepang mampu mendominasi Asia karena memiliki kedalaman skuad hingga lima lapis pemain kelas dunia," ujar Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.
Langkah agresif Indonesia dalam merangkul pemain keturunan ini mendapat perhatian dari negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Thailand, Charnwit, menyindir bahwa publik Asia Tenggara mulai mempertanyakan tren naturalisasi pemain yang masif dilakukan sejumlah negara kawasan. Kendati demikian, PSSI tetap melanjutkan pemantauan pemain diaspora potensial seperti Julian Oerip guna memperkuat Timnas Indonesia jelang FIFA ASEAN Cup 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow