Kabut Asap Karhutla Berau Memburuk Disdik Wajibkan Siswa Pakai Masker
Dinas Pendidikan Kabupaten Berau mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/2978/Umpeg-disdik pada Kamis, 20 Agustus 2026, yang mewajibkan seluruh siswa dan tenaga pendidik menggunakan masker akibat cuaca ekstrem El Nino dan kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebar di sejumlah kawasan Berau, Kalimantan Timur, berpotensi memicu gangguan kesehatan pernapasan. Pemkab Berau memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan proses belajar mengajar yang masih berlangsung aktif.
Instruksi kewajiban penggunaan masker tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan jenjang TK/PAUD, SD/MI, hingga SMP/MTs se-Kabupaten Berau guna mengantisipasi ancaman polusi udara di lingkungan sekolah.
Melalui surat edaran resmi tersebut, Disdik Berau menetapkan tiga aturan utama bagi pihak sekolah. Seluruh siswa, guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan diwajibkan mengenakan masker di dalam maupun di luar ruang kelas. Selain itu, kegiatan belajar mengajar di luar ruangan dihentikan sementara, dan siswa diwajibkan membawa tumbler berisi air putih untuk mencegah dehidrasi.
Di lapangan, kenaikan suhu udara yang mencapai 38 derajat celsius mempercepat penyebaran titik api. Karhutla melanda beberapa wilayah rawan, termasuk di Km 9 Jalan Poros Labanan, Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur, serta area semak dan ilalang kering di Kilometer 9 Kecamatan Kelay.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan perlunya sinergi lintas sektor saat meninjau langsung pemadaman di Kecamatan Kelay bersama Forkopimda pada Selasa, 18 Agustus 2026.
"Bagi masyarakat, jangan melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kondisi saat ini panas sangat kering sehingga api bisa cepat menjalar ke berbagai arah," ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.
Kondisi karhutla yang meluas menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena keterbatasan sarana pemadam kebakaran di lapangan.
"Kondisi karhutla yang terjadi kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Keterbatasan sarana pemadam membuat penanganan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, sehingga diperlukan dukungan bersama dari dunia usaha, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas lagi.
Upaya pengawasan di wilayah dengan tutupan hutan dan lahan yang luas serta kering perlu diperketat bersama aparat penegak hukum dan masyarakat setempat.
"Kondisi cuaca yang panas dan kering perlu diantisipasi bersama. Pengawasan di wilayah yang rawan karhutla juga harus diperkuat oleh dinas terkait dengan melibatkan aparat serta masyarakat, khususnya pada kawasan yang memiliki tutupan hutan dan lahan luas dan kering," ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.
Sementara itu, sebaran kabut asap karhutla di Kalimantan sempat mengganggu jarak pandang di Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada pagi hari.
Meskipun demikian, operasional Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dipastikan tetap berjalan normal tanpa pembatalan penerbangan.
"Gangguan muncul pada pagi hari ketika asap masih tebal, lalu kembali normal setelah pukul 09.00 waktu setempat," katanya.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sepinggan Iwan Winaya Mahdardi menjelaskan bahwa posisi geografis bandara yang menghadap laut membantu menjaga kestabilan jarak pandang di atas batas minimum penerbangan visual maupun instrumen. Pihak pengelola bandara terus berkoordinasi dengan BPBD dan Pemda, termasuk menyiapkan skenario rekayasa cuaca melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) jika kondisi memburuk.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow